Rusia Ancam Bombardir Pasukan Oposisi Suriah
Kamis, 21 September 2017 - 23:32 WIB
Rusia Ancam Bombardir Pasukan Oposisi Suriah
A
A
A
MOSKOW - Rusia mengancam akan melakukan serangan terhadap basis pasukan demokratik Suriah (SDF) yang di dukung Amerika Serikat (AS) jika mereka terus menyerang basis pasukan pemerintah Suriah. SDF adalah gabuangan dari sejumlah kelompok oposisi di Suriah.
Menurut keterangan juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov, SDF yang merupakan sebuah milisi yang didominasi orang Kurdi yang mendapat dukungan dari militer AS, telah dua kali menyerang posisi Angkatan Darat Suriah di Deir ez-Zor dengan tembakan mortir dan roket.
"Rusia dengan tegas mengatakan kepada komandan pasukan AS di Pangkalan Udara Al Udeid (Qatar) bahwa mereka tidak akan mentolerir penembakan dari daerah di mana SDF ditempatkan. Serangan tersebut membahayakan penasehat militer Rusia yang mendukung pasukan pemerintah Suriah pasukan," ucapnya.
"Serangan dari posisi di daerah yang dikontrol oleh SDF akan ditekan dengan segala cara yang diperlukan," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Russia Today pada Kamis (21/9).
Konashenkov mengatakan Moskow menduga SDF berkolusi dengan kelompok teroris ISIS di Deir ez-Zor daripada melawannya. Dia mengatakan bahwa Rusia telah mendeteksi pemindahan anggota SDF dari kubu ISIS di Raqqa, untuk bergabung dengan kelompok itu.
"Militan SDF bekerja untuk tujuan yang sama dengan teroris ISIS. Pesawat tak berawak dan intelijen Rusia belum mencatat adanya konfrontasi antara ISIS dan 'kekuatan ketiga', SDF," tukasnya.
Menurut keterangan juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov, SDF yang merupakan sebuah milisi yang didominasi orang Kurdi yang mendapat dukungan dari militer AS, telah dua kali menyerang posisi Angkatan Darat Suriah di Deir ez-Zor dengan tembakan mortir dan roket.
"Rusia dengan tegas mengatakan kepada komandan pasukan AS di Pangkalan Udara Al Udeid (Qatar) bahwa mereka tidak akan mentolerir penembakan dari daerah di mana SDF ditempatkan. Serangan tersebut membahayakan penasehat militer Rusia yang mendukung pasukan pemerintah Suriah pasukan," ucapnya.
"Serangan dari posisi di daerah yang dikontrol oleh SDF akan ditekan dengan segala cara yang diperlukan," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Russia Today pada Kamis (21/9).
Konashenkov mengatakan Moskow menduga SDF berkolusi dengan kelompok teroris ISIS di Deir ez-Zor daripada melawannya. Dia mengatakan bahwa Rusia telah mendeteksi pemindahan anggota SDF dari kubu ISIS di Raqqa, untuk bergabung dengan kelompok itu.
"Militan SDF bekerja untuk tujuan yang sama dengan teroris ISIS. Pesawat tak berawak dan intelijen Rusia belum mencatat adanya konfrontasi antara ISIS dan 'kekuatan ketiga', SDF," tukasnya.
(esn)