Naik Pitam, Korut Sebut Dubes AS untuk PBB Pelacur Politik

Sabtu, 09 September 2017 - 09:40 WIB
Naik Pitam, Korut Sebut...
Naik Pitam, Korut Sebut Dubes AS untuk PBB Pelacur Politik
A A A
PYONGYANG - Korea Utara (Korut) melabeli Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB, Nikki Haley, sebagai pelacur politik yang dengan kasar mengayunkan roknya. Pernyataan itu dikeluarkan sebagai tanggapan atas kritik Haley terhadap rezim Kim Jong-un.

Setelah uji coba nuklir keenam Korut, Haley menuduh rezim tirani Kim Jong-un mengemis untuk perang. Ia pun meminta Dewan Keamanan PBB untuk menjatuhkan sanksi lebih ketat kepada Korut.

"Kami telah mengambil pendekatan bertahap, dan terlepas dari niat baik, hal itu tidak berhasil," kata Haley pada sebuah pertemuan Dewan Keamanan PBB

Namun berbicara tentang duta besar AS, Kantor Berita Pusat Korut, KCNA, menanggapi: "Dia dengan kasar mengusap roknya, memainkan peran penting dalam sanksi mengerikan pemerintahan Trump dan tekanan yang membuat gaduh."

"Nikki harus berhati-hati dengan lidahnya meskipun dia mungkin orang bodoh. Pemerintah AS harus membayar harga mahal untuk serangan lidahnya," sambung KCNA seperti dilansir dari Daily Express, Sabtu (9/9/2017).

Pekan lalu, Korut melakukan uji coba nuklir keenam dan paling kuat. Korut menggambarkannya sebagai bom hidrogen canggih untuk rudal jarak jauh.

Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan Kim Jong-un dia akan menyesal jika memaksa AS untuk melakukan tindakan militer melawan Korut.

Trump telah menolak untuk mengesampingkan serangan melawan negara tertutup itu karena ketegangan antara Pyongyang dan Washington mencapai titik didih.

Dalam sebuah konferensi pers Trump mengatakan bahwa tindakan militer adalah "sebuah opsi" terhadap negara pertapa Kim. Meskipun Presiden AS mengakui bahwa dia lebih suka untuk tidak menggunakan kekerasan terhadap Korut, namun dia menembaki sebuah peringatan yang tidak menyenangkan kepada diktator negara tersebut.

"Tindakan militer pasti akan menjadi pilihan. Apakah itu tak terelakkan? Tidak ada yang tak terelakkan. Saya lebih suka tidak pergi ke jalur militer. Jika kita menggunakannya di Korea Utara, ini akan menjadi hari yang sangat menyedihkan bagi Korea Utara," tutur Trump.
(ian)
Berita Terkait
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
Berita Terkini
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
1 jam yang lalu
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
4 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
5 jam yang lalu
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
6 jam yang lalu
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
7 jam yang lalu
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
8 jam yang lalu
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved