Disanksi AS, Rusia-Iran Perkuat Kerja Sama Militer

Minggu, 06 Agustus 2017 - 02:11 WIB
Disanksi AS, Rusia-Iran...
Disanksi AS, Rusia-Iran Perkuat Kerja Sama Militer
A A A
TEHERAN - Moskow dan Teheran sepakat untuk memperkuat kerja sama militer dan teknologi. Kesepakatan itu terjadi saat Wakil Perdana Menteri Rusia mengunjungi Iran menyusul dijatuhkannya sanksi terhadap kedua negara oleh Amerika Serikat (AS).

Wakil Perdana Menteri Rusia, Dmitry Rogozin, telah bertemu dengan pejabat pemerintah Iran dalam kunjungannya ke negara tersebut pada hari Sabtu. Rogozin memimpin delegasi Rusia yang diundang ke upacara pelantikan Presiden Iran Hassan Rouhani, yang terpilih kembali pada bulan Mei lalu.

Rogozin mengadakan pembicaraan dengan Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Hossein Dehqan. Kedua pejabat tersebut dilaporkan membahas pasokan baru senjata Rusia ke Iran. Mereka menyetujui pelaksanaan kesepakatan yang meningkatkan kerja sama militer dan teknologi, seperti dikutip Russia Today dari kantor berita Fars, Minggu (6/8/2017).

Langkah tersebut dilakukan hanya tiga hari setelah keputusan AS untuk memberlakukan babak baru sanksi terhadap Rusia dan Iran, bersama dengan Korea Utara (Korut). Langkah tersebut memicu respons yang kuat dari semua subyek pembatasan ekonomi yang baru diperkenalkan, serta kekhawatiran dari sekutu AS, Eropa.

Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev menganggap sanksi tersebut sebuah perang ekonomi dengan Rusia. Ia juga menyebut sanksi tersebut sebuah kekalahan yang memalukan bagi Presiden AS Donald Trump, yang tidak memberi ruang untuk memperbaiki hubungan bilateral.

Sementara Iran mengecam langkah tersebut pelanggaran kesepakatan nuklir 2015. Teheran berjanji untuk menunjukkan reaksi yang tepat dan proporsional terhadap tindakan bermusuhan AS. Teheran juga menyalahkan Washington karena berusaha mengekang investasi asing dalam ekonomi Iran.

Sedangkan beberapa pejabat pemerintah Eropa mengatakan bahwa sanksi AS akan merugikan kepentingan nasional mereka. Pasalnya tindakan pembatasan tersebut akan menargetkan perusahaan-perusahaan Eropa yang mengambil bagian dalam proyek energi Uni Eropa-Rusia, termasuk pipa Nordstream II.
(ian)
Berita Terkait
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Giliran Mobil Sejuta...
Giliran Mobil Sejuta Umat Amerika Serikat Disenggol Iran
Joe Biden Klaim Amerika...
Joe Biden Klaim Amerika Serikat Sudah Tidak Memiliki Senjata Kimia
5 Negara Sahabat China,...
5 Negara Sahabat China, 3 di Antaranya Musuh Amerika Serikat
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Adu Kekuatan Militer...
Adu Kekuatan Militer Iran-Rusia vs Israel-Amerika Serikat, Siapa Lebih Unggul?
Berita Terkini
Jadi Target Rudal dan...
Jadi Target Rudal dan Drone Iran, Bahrain dan Kuwait Siaga Penuh
21 menit yang lalu
Kunjungi Indonesia,...
Kunjungi Indonesia, Menlu Malaysia Fokus Kerja Sama Atasi Guncangan Eksternal
1 jam yang lalu
Drone dan Rudal Merusak...
Drone dan Rudal Merusak Bandara Kuwait, Beberapa Orang Terluka, Penerbangan Terganggu
1 jam yang lalu
5 Alasan Perseteruan...
5 Alasan Perseteruan AS dan Israel, Netanyahu Tak Bisa Dikendalikan
2 jam yang lalu
AS Ketar-ketir saat...
AS Ketar-ketir saat Mojtaba Makin Tunjukkan Kekuasaannya di Iran, Ini 4 Faktanya
2 jam yang lalu
Media Iran Tayangkan...
Media Iran Tayangkan Video Serangan terhadap Pasukan AS, Harga Minyak Bergejolak
2 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved