Jet China Usir Pesawat Mata-mata AS di Atas Laut Kuning
Selasa, 25 Juli 2017 - 14:51 WIB
Jet China Usir Pesawat Mata-mata AS di Atas Laut Kuning
A
A
A
WASHINGTON - Sebuah pesawat mata-mata AS terbang di dekat pantai timur China dicegat oleh dua jet tempur China dan harus berubah arah. Pesawat pengintai tersebut terbang di atas perairan internasional antara China dan Korea Selatan (Korsel).
Insiden tersebut terjadi pada hari Minggu kemarin. Ketika itu pesawat intelijen EP-3 ARIES terbang sekitar 140km selatan kota pelabuhan Qingdao, saat didekati oleh dua jet tempur jenis J-10 yang dipersenjatai dengan rudal udara ke udara.
"Salah satu jet Cina terbang di bawah EP-3 dan muncul 300 kaki di depan pesawat AS, menyebabkan awak kapal melakukan tindakan mengelak untuk menghindari tabrakan," menurut seorang pejabat yang tidak mau disebutkan namanya seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (25/7/2017).
Angkatan Laut AS menggambarkan penerbangan tersebut sebagai misi rutin yang beroperasi sesuai dengan hukum internasional sampai terjadi interaksi antara pesawat mata-mata dan jet pencegat China.
"Sementara kami masih menyelidiki insiden tersebut, laporan awal dari awak pesawat AS menyebut aksi pencegatan itu sebagai tindakan yang tidak aman," kata komandan Lonan Letnan Komandan Mark Knight, Pacific Fleet.
"Masalahnya sedang ditangani dengan China melalui saluran diplomatik dan militer yang tepat," imbuhnya.
The EP-3 Airborne Reconnaissance Integrated Electronic System (ARIES) adalah versi mata-mata dari pesawat P-3 Orion. Keduanya beroperasi untuk Angkatan Laut Amerika Serikat.
Ini adalah ketiga kalinya dalam beberapa bulan terakhir jet-jet China memperingatkan agar pesawat mata-mata AS terbang di lepas pantai China. Pada akhir Mei, saat Angkatan Laut AS berlayar di dekat pulau-pulau yang disengketakan di Laut Cina Selatan, dua jet China berdering di tenggara Hong-Pion 150 mil (240km) tenggara Hong Kong dalam apa yang oleh pejabat AS disebut "pencegatan yang tidak aman".
Seminggu sebelumnya, jet-jet China mencegat pesawat jet "nuklir sniffer" Boeing-135 Constant Phoenix di Laut China Timur.
Insiden tersebut terjadi pada hari Minggu kemarin. Ketika itu pesawat intelijen EP-3 ARIES terbang sekitar 140km selatan kota pelabuhan Qingdao, saat didekati oleh dua jet tempur jenis J-10 yang dipersenjatai dengan rudal udara ke udara.
"Salah satu jet Cina terbang di bawah EP-3 dan muncul 300 kaki di depan pesawat AS, menyebabkan awak kapal melakukan tindakan mengelak untuk menghindari tabrakan," menurut seorang pejabat yang tidak mau disebutkan namanya seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (25/7/2017).
Angkatan Laut AS menggambarkan penerbangan tersebut sebagai misi rutin yang beroperasi sesuai dengan hukum internasional sampai terjadi interaksi antara pesawat mata-mata dan jet pencegat China.
"Sementara kami masih menyelidiki insiden tersebut, laporan awal dari awak pesawat AS menyebut aksi pencegatan itu sebagai tindakan yang tidak aman," kata komandan Lonan Letnan Komandan Mark Knight, Pacific Fleet.
"Masalahnya sedang ditangani dengan China melalui saluran diplomatik dan militer yang tepat," imbuhnya.
The EP-3 Airborne Reconnaissance Integrated Electronic System (ARIES) adalah versi mata-mata dari pesawat P-3 Orion. Keduanya beroperasi untuk Angkatan Laut Amerika Serikat.
Ini adalah ketiga kalinya dalam beberapa bulan terakhir jet-jet China memperingatkan agar pesawat mata-mata AS terbang di lepas pantai China. Pada akhir Mei, saat Angkatan Laut AS berlayar di dekat pulau-pulau yang disengketakan di Laut Cina Selatan, dua jet China berdering di tenggara Hong-Pion 150 mil (240km) tenggara Hong Kong dalam apa yang oleh pejabat AS disebut "pencegatan yang tidak aman".
Seminggu sebelumnya, jet-jet China mencegat pesawat jet "nuklir sniffer" Boeing-135 Constant Phoenix di Laut China Timur.
(ian)