Trump Hadiri Parade Hari Bastille
Jum'at, 14 Juli 2017 - 16:22 WIB
Trump Hadiri Parade Hari Bastille
A
A
A
PARIS - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menghadiri parade Hari Bastille di Paris. Dalam parade itu, tentara AS dan Prancis berbaris bersama di Champs-Elysees.
"Ini adalah perayaan nasional yang indah. Kedua bangsa kita selamanya bergabung bersama oleh semangat revolusi dan perjuangan untuk kebebasan," kata Trump seperti dikutip dari BBC, Jumat (14/7/2017).
Parade yang menandai 100 tahun sejak Amerika memasuki Perang Dunia Pertama itu juga dilengkapi dengan kuda, pesawat terbang dan helikopter. Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang berdiri di sebuah jip militer, memeriksa pasukan yang berbaris di jalan raya.
Macron kemudian beranjak ke Nice untuk bergabung dalam peringatan serangan teroris pada Hari Bastille pada tahun lalu. Saat itu, seorang pria kelahiran Tunisia mengemudikan truk besar ke kerumunan orang yang merayakan Hari Bastille di pantai. Sedikitnya 86 orang tewas dalam kejadian itu.
Sebelumnya, Trump mengatakan perjuangan untuk kebebasan menyatukan AS dan Prancis. Ia juga mengatakan akan meninjau kembali keputusannya mengenai perubahan iklim, setelah Macron mengemukakan alasan untuk mempertahankan kesepakatan Paris 2015.
"Sesuatu bisa terjadi sehubungan dengan kesepakatan Paris. Kita lihat saja apa yang terjadi," kata Trump.
Bulan lalu dia mengatakan AS akan menarik diri dari kesepakatan Paris, dengan alasan untuk menegosiasikan kesepakatan baru yang "adil" dan tidak akan merugikan bisnis AS.
Pada hari Kamis, Ibu Negara AS Melania Trump mengunjungi katedral Notre Dame bersama mitranya dari Prancis Brigitte Macron, dan berdoa di depan patung Perawan Maria.
Perancis tetap berada di bawah keadaan darurat, menyusul serentetan serangan teror oleh para teroris.
"Ini adalah perayaan nasional yang indah. Kedua bangsa kita selamanya bergabung bersama oleh semangat revolusi dan perjuangan untuk kebebasan," kata Trump seperti dikutip dari BBC, Jumat (14/7/2017).
Parade yang menandai 100 tahun sejak Amerika memasuki Perang Dunia Pertama itu juga dilengkapi dengan kuda, pesawat terbang dan helikopter. Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang berdiri di sebuah jip militer, memeriksa pasukan yang berbaris di jalan raya.
Macron kemudian beranjak ke Nice untuk bergabung dalam peringatan serangan teroris pada Hari Bastille pada tahun lalu. Saat itu, seorang pria kelahiran Tunisia mengemudikan truk besar ke kerumunan orang yang merayakan Hari Bastille di pantai. Sedikitnya 86 orang tewas dalam kejadian itu.
Sebelumnya, Trump mengatakan perjuangan untuk kebebasan menyatukan AS dan Prancis. Ia juga mengatakan akan meninjau kembali keputusannya mengenai perubahan iklim, setelah Macron mengemukakan alasan untuk mempertahankan kesepakatan Paris 2015.
"Sesuatu bisa terjadi sehubungan dengan kesepakatan Paris. Kita lihat saja apa yang terjadi," kata Trump.
Bulan lalu dia mengatakan AS akan menarik diri dari kesepakatan Paris, dengan alasan untuk menegosiasikan kesepakatan baru yang "adil" dan tidak akan merugikan bisnis AS.
Pada hari Kamis, Ibu Negara AS Melania Trump mengunjungi katedral Notre Dame bersama mitranya dari Prancis Brigitte Macron, dan berdoa di depan patung Perawan Maria.
Perancis tetap berada di bawah keadaan darurat, menyusul serentetan serangan teror oleh para teroris.
(ian)