Rusia Acuhkan Permintaan AS untuk Bebaskan Demonstran Anti-Pemerintah
Selasa, 13 Juni 2017 - 19:50 WIB
Rusia Acuhkan Permintaan AS untuk Bebaskan Demonstran Anti-Pemerintah
A
A
A
MOSKOW - Kremlin mengatakan, pihak berwenang Rusia tidak akan mendegarkan seruan Amerika Serikat (AS) untuk membebaskan demonstran anti-pemerintah yang ditahan kemarin. Aksi demonstrasi itu dipimpin oleh pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny.
AS menyatakan mengutuk tindakan keras Rusia terhadap pemrotes anti-korupsi, dan meminta Moskow untuk melepaskan para demonstran yang ditahan oleh polisi.
"Kami tidak setuju saat pertanyaan diajukan dengan cara ini. Ini bukan jenis panggilan yang harus kami dengarkan," juru bicara Kremlin Dmitry Peskov dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Selasa (13/6).
Peskov mengatakan, pihak berwenang tidak akan melakukan tindakan keras terhadap demonstran, jika aksi yang dilakukan demonstran tersebut adalah aksi yang sah, yang sudah mendapatn persetujuan dari otoritas keamanan.
"Sedangkan bagi mereka yang melakukan tindakan provokatif, melanggar hukum, dalam hal ini pihak berwenang melakukan tindakan terhadap mereka sesuai dengan undang-undang kami," kata Peskov.
Dia juga mengatakan bahwa Rusia mengambil pandangan negatif terhadap keputusan terbaru Senat AS mengenai sanksi yang lebih luas terhadap Rusia.
Senator AS kemarin mencapai sebuah kesepakatan mengenai undang-undang yang memberlakukan sanksi baru terhadap Rusia, termasuk sebuah ketentuan yang akan mencegah Gedung Putih mengurangi, menunda atau mengakhiri sanksi tanpa persetujuan kongres.
AS menyatakan mengutuk tindakan keras Rusia terhadap pemrotes anti-korupsi, dan meminta Moskow untuk melepaskan para demonstran yang ditahan oleh polisi.
"Kami tidak setuju saat pertanyaan diajukan dengan cara ini. Ini bukan jenis panggilan yang harus kami dengarkan," juru bicara Kremlin Dmitry Peskov dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Selasa (13/6).
Peskov mengatakan, pihak berwenang tidak akan melakukan tindakan keras terhadap demonstran, jika aksi yang dilakukan demonstran tersebut adalah aksi yang sah, yang sudah mendapatn persetujuan dari otoritas keamanan.
"Sedangkan bagi mereka yang melakukan tindakan provokatif, melanggar hukum, dalam hal ini pihak berwenang melakukan tindakan terhadap mereka sesuai dengan undang-undang kami," kata Peskov.
Dia juga mengatakan bahwa Rusia mengambil pandangan negatif terhadap keputusan terbaru Senat AS mengenai sanksi yang lebih luas terhadap Rusia.
Senator AS kemarin mencapai sebuah kesepakatan mengenai undang-undang yang memberlakukan sanksi baru terhadap Rusia, termasuk sebuah ketentuan yang akan mencegah Gedung Putih mengurangi, menunda atau mengakhiri sanksi tanpa persetujuan kongres.
(esn)