Penembakan dan Penyanderaan Terjadi di Melbourne, 2 Tewas

Selasa, 06 Juni 2017 - 09:07 WIB
Penembakan dan Penyanderaan...
Penembakan dan Penyanderaan Terjadi di Melbourne, 2 Tewas
A A A
MELBOURNE - Penembakan dan penyanderaan terjadi di Melbourne, Australia, semalam. Dua orang dinyatakan tewas, yakni pelaku serangan dan seorang pria lain.

Sedangkan seorang wanita yang disandera telah diselamatkan polisi. Penyelamatan sandera diwarnai baku tembak antara polisi dan pelaku serangan.

Pelaku ditembak mati oleh polisi Australia di lokasi penyanderaan di sebuah apartemen di Brighton, dekat Melbourne pada Senin petang. Pelaku ditembak mati setelah menembaki polisi sebelum pukul 18.00 waktu setempat.

Polisi Australia menyatakan kasus ini sebagai tindakan terorisme. Kesimpulan polisi muncul sesaat setelah kelompok Islamic State atau ISIS mengklaim bertanggung jawab atas drama penyanderaan ini.

”Kami memperlakukannya sebagai tindakan terorisme,” kata Komisaris Polisi Negara Bagian Victoria Graham Ashton, Selasa (6/6/2017).

”Kami yakin orang ini ada di sana dengan niat (terorisme) tersebut, walaupun kami tidak tahu apakah itu sesuatu yang direncanakan atau sesuatu yang spontan,” ujar Ashton.

Pihak berwenang mengidentifikasi penyerang bernama Yacqub Khayre, 29, pria kelahiran Somalia. Dia selama ini tinggal bersama ibunya di pinggiran Kota Melbourne. Polisi sekarang mencari rumah ibunya.

Menurut Ashton, Khayre pernah dipenjara tahun 2012 terkait kasus pencurian dan kekerasan. Namun dia mendapatkan pembebasan bersyarat.

Menurut laporan media Australia, Khayre juga dikenal oleh para pejabat kontra-terorisme karena keterlibatannya dalam sebuah rencana serangan teror tahun 2009 terhadap barak tentara di Sydney.

7 News yang berbasis di Melbourne melaporkan, pada awalnya seorang anggota staf kepolisian menerima telepon dari seorang pria bahwa ada penyanderaan dan penembakan. Identitas pelapor belum diketahui.

Pihak berwenang percaya bahwa pria bersenjata yang melakukan penyanderaan itu sebenarnya adalah penyewa pekerja seks yang memesan melalui agen pendamping. Sebelum menjadikan wanita pekerja seks itu sebagai sandera, Khayre membunuh seorang warga negara Australia kelahiran China.

Unit polisi bersenjata tiba di tempat kejadian setelah sandera perempuan, yang identitasnya belum dilepaskan, membuat panggilan darurat yang meminta pihak berwenang mengatasi situasi itu.
(mas)
Berita Terkait
Anthony Albanese, Tokoh...
Anthony Albanese, Tokoh Kelas Pekerja yang Jadi PM Australia Terpilih
Mertens dan Sabalenka...
Mertens dan Sabalenka Juarai Ganda Putri Australia Open 2021
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Banjir Besar Landa Sydney,...
Banjir Besar Landa Sydney, Ribuan Orang Diminta Mengungsi
Kemampuan Rudal China...
Kemampuan Rudal China Melesat, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Pertahanan Misil
Berita Terkini
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
31 menit yang lalu
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
54 menit yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
1 jam yang lalu
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
2 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
3 jam yang lalu
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
3 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved