Tuduhan Teroris St Petersburg Keliru, Pria Muslim Ini Terlanjur Dipecat Bosnya

Jum'at, 07 April 2017 - 03:56 WIB
Tuduhan Teroris St Petersburg...
Tuduhan Teroris St Petersburg Keliru, Pria Muslim Ini Terlanjur Dipecat Bosnya
A A A
ST PETERSBURG - Nasib pria Muslim Rusia bernama Ilyas Nikitin telah berubah drastis, termasuk dipecat dari pekerjaannya setelah dituduh sebagai teroris yang melakukan pengeboman di St Petersburg. Dia tidak bisa berbuat banyak meski tuduhan itu ternyata keliru.

Sebelum dipecat bosnya karena label “teroris” yang tak benar, pria berjanggut ini bekerja sebagai sopir truk. Dia sebelumnya diperiksa tiga kali oleh polisi dengan status tersangka teroris hanya karena dia tampak di rekaman CCTV saat ledakan bom terjadi di kereta bawah tanah stasiun metro di St Petersburg, 3 April lalu.

Tersangka yang sebenarnya menurut otoritas Rusia adalah Akbarzhon Jalilov, pria Rusia kelahiran Kyrgyztan. Serangan bom itu menewaskan 14 orang dan menyebabkan puluhan orang lainnya terluka.

Nikitin mengeluh telah kehilangan pekerjaan gara-gara tuduhan yang keliru. Selain itu, dia juga dijauhi orang-orang yang terbang dengan pesawat yang sama saat pulang ke kampung halamannya di Orenburg.

Sejak gambar dan namanya muncul di media-media Rusia dengan status “tersangka teroris”, Nikitin pada Rabu (5/4/2017) menerima pemberitahuan dari bosnya bahwa dia telah dipecat sebagai sopir truk. Sang bos mengklaim pemecatannya atas permintaan penyidik.

Pria Muslim ini juga menyesalkan tindakan wartawan yang terburu-buru menyimpulkan dirinya sebagai tersangka teroris.

”Wartawan—yang baru saja menyebut saya seorang teroris—telah memburu saya, keluarga saya, dan teman-teman saya. Akibatnya, sekarang saya bahkan tidak bisa berada di pesawat terbang,” keluh Nikitin.

”Saya mohon, tolong berhenti mengejar saya. Biarkan saya hidup dalam damai,” ujarnya, seperti dikutip dari IB Times, Jumat (7/4/2017).
(mas)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
4 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
8 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
9 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
10 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
11 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
12 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved