Berseteru, Erdogan Sebut Belanda Sisa-sisa Nazi dan Kaum Fasis

Minggu, 12 Maret 2017 - 02:44 WIB
Berseteru, Erdogan Sebut...
Berseteru, Erdogan Sebut Belanda Sisa-sisa Nazi dan Kaum Fasis
A A A
ISTANBUL - Turki dan Belanda yang sama-sama anggota NATO terlibat perseteruan diplomatik. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan marah setelah Belanda melarang pesawat Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mendarat di negara itu.

Erdogan marah dengan menyebut Belanda sebagai sisa-sisa Nazi dan kaum fasis. Insiden larangan mendarat pesawat Menlu Turki oleh Belanda itu terjadi pada Sabtu (11/3/2017).

Pesawat yang membawa Cavusoglu sedianya ingin mendarat di Rotterdam, di mana Menlu Turki itu akan berpidato di depan massa Turki pro-Erdogan. Tapi, pesawat dilarang mendarat.

Tak hanya itu, Belanda juga menolak demonstrasi pro-Erdogan terkait dukungan referendum perluasan kekuasaan presiden Turki yang akan digelar 16 April mendatang. Pemerintah Belanda mengangga demonstrasi pro-Erdogan sebagai ancaman keamanan.

Dalam sebuah pernyataan, Perdana Menteri (PM) Belanda Mark Rutte mengatakan bahwa pihaknya mencoba untuk memecahkan masalah dengan Turki melalui jalur diplomatik. Tapi, kata dia, Erdogan telah mengambil pendekatan yang lebih vokal.

”Mereka tidak tahu politik atau diplomasi internasional. (Negara) itu sisa-sisa Nazi, mereka fasis,” kata Erdogan di depan massa di Istanbul, seperti dikutip Guardian, Minggu (12/3/2017).

”Melarang Menteri Luar Negeri kami untuk penerbangannya, betapapun Anda suka, tapi dari sekarang, mari kita lihat bagaimana penerbangan Anda akan mendarat di Turki,” ujar Erdogan yang mengancam akan melarang pesawat menteri Belanda mendarat di Ankara.

Dalam pernyataannya, PM Rutte mencoba untuk menjelaskan bahwa ketidaksetujuannya terhadap aksi unjuk rasa pro-Erdogan itu tidak keluar dari konteks anti-demokrasi seperti yang diklaim Erdogan. Tapi, kata dia, massa pro-Erdogan di Belanda yang tidak mematuhi peraturan setempat.

”Banyak orang Belanda dengan latar belakang Turki yang berwenang untuk memberikan suara dalam referendum atas konstitusi Turki. Pemerintah Belanda tidak memprotes pertemuan mereka di negara kami,” kata PM Rutte.

”Semua orang yang ingin mengadakan sebuah pertemuan wajib mengikuti instruksi dari mereka yang berwenang, sehingga keamanan dan ketertiban masyarakat dapat dijamin,” ujar Rutte.
(mas)
Berita Terkait
Murka Disebut Teroris,...
Murka Disebut Teroris, Erdogan Tuntut Politisi Anti Islam Belanda
Yilmaz Bikin Hatrick,...
Yilmaz Bikin Hatrick, Turki Gasak Belanda pada Laga Pertama Kualifikasi Piala Dunia
Peramal Gempa Turki:...
Peramal Gempa Turki: Beberapa Hari Lagi Dunia Diguncang Gempa Besar 8 SR, Hingga Indonesia
Preview Turki vs Belanda:...
Preview Turki vs Belanda: Der Oranje Mencium Aroma Dendam
Turki Tuduh Barat Kobarkan...
Turki Tuduh Barat Kobarkan Perang Psikologis
Memphis Depay Tampil...
Memphis Depay Tampil Ciamik Bersama Belanda dan Barca
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
8 menit yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
51 menit yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
1 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
2 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
3 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
4 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved