Jinping: Dunia Butuh Hubungan China-AS yang Stabil
Rabu, 18 Januari 2017 - 10:33 WIB
Jinping: Dunia Butuh Hubungan China-AS yang Stabil
A
A
A
BEIJING - Presiden China Xi Jinping mengatakan dunia membutuhkan China dan memiliki hubungan yang stabil serta kooperatif dengan Amerika Serikat (AS). Hal itu dikatakan Jinping kepada Wakil Presiden AS Joe Biden, hanya beberapa hari sebelum ketidakpastian baru yang tidak jelas dengan Donald Trump yang akan menjabat sebagai Presiden AS.
Pertemuan yang di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Jinping mengatakan kepada Biden bahwa ia secara positif menilai usahanya untuk meningkatkan persahabatan dan saling pengertian antara kedua negara.
"Dalam 38 tahun sejak pembentukan hubungan diplomatik, hubungan kedua negara telah lapuk oleh angin dan hujan, tetapi umumnya terus bergerak maju," bunyi pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China seperti dikutip dari Reuters, Rabu (18/1/2017).
Jinping menambahkan, di bawah Presiden Barack Obama, telah terjadi pembangunan hubungan yang benar dan hasil penting serta positif yang dicapai dengan pertukaran perdagangan dan hubungan people-to-people mencapai titik tertinggi baru.
"Kepentingan dasar rakyat kedua negara serta dunia membutuhkan China dan AS untuk bekerja keras, untuk membentuk jangka panjang, hubungan kerja sama yang stabil," kata Jinping.
Pernyataan itu dikutip Biden dengan mengatakan bahwa AS berharap kedua negara dapat terus memperdalam sikap saling percaya dan memperluas kerja sama.
"Pertemuan ini tidak menyinggung soal Trump, meskipun diplomat top China, Penasehat Negara Yang Jiechi, yang bulan lalu bertemu dengan seorang penasihat senior untuk Trump, juga menghadiri pertemuan Xi-Biden," kata Kemlu China.
Sebelumnya, Presiden AS terpilih Donald Trump telah mengguncang Beijing dengan mengancam akan menerapkan tarif impor. Ia juga mempertanyakan komitmen AS untuk kebijakan satu China, di mana Washington mengakui bahwa Taiwan adalah bagian dari wilayah China.
Pertemuan yang di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Jinping mengatakan kepada Biden bahwa ia secara positif menilai usahanya untuk meningkatkan persahabatan dan saling pengertian antara kedua negara.
"Dalam 38 tahun sejak pembentukan hubungan diplomatik, hubungan kedua negara telah lapuk oleh angin dan hujan, tetapi umumnya terus bergerak maju," bunyi pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China seperti dikutip dari Reuters, Rabu (18/1/2017).
Jinping menambahkan, di bawah Presiden Barack Obama, telah terjadi pembangunan hubungan yang benar dan hasil penting serta positif yang dicapai dengan pertukaran perdagangan dan hubungan people-to-people mencapai titik tertinggi baru.
"Kepentingan dasar rakyat kedua negara serta dunia membutuhkan China dan AS untuk bekerja keras, untuk membentuk jangka panjang, hubungan kerja sama yang stabil," kata Jinping.
Pernyataan itu dikutip Biden dengan mengatakan bahwa AS berharap kedua negara dapat terus memperdalam sikap saling percaya dan memperluas kerja sama.
"Pertemuan ini tidak menyinggung soal Trump, meskipun diplomat top China, Penasehat Negara Yang Jiechi, yang bulan lalu bertemu dengan seorang penasihat senior untuk Trump, juga menghadiri pertemuan Xi-Biden," kata Kemlu China.
Sebelumnya, Presiden AS terpilih Donald Trump telah mengguncang Beijing dengan mengancam akan menerapkan tarif impor. Ia juga mempertanyakan komitmen AS untuk kebijakan satu China, di mana Washington mengakui bahwa Taiwan adalah bagian dari wilayah China.
(ian)