Politisi Demokrat Ramai-ramai Boikot Pelantikan Presiden Trump

Selasa, 17 Januari 2017 - 05:59 WIB
Politisi Demokrat Ramai-ramai...
Politisi Demokrat Ramai-ramai Boikot Pelantikan Presiden Trump
A A A
WASHINGTON - Para politisi anggota parlemen dari Partai Demokrat Amerika Serikat (AS) ramai-ramai akan memboikot pelantikan Donald Trump sebagai presiden. Hingg hari ini (17/1/2017) sudah 25 anggota parlemen dari Partai Demokrat yang akan memboikot pelantikan Trump pada 20 Januari nanti.

Puluhan politisi Demokrat itu mengikuti jejak anggota Kongres yang juga ikon hak-hak sipil AS, John Lewis. John Lewis pada Jumat pekan lalu menegaskan bahwa dia tidak akan menghadiri pelantikan Trump di Washington DC dengan mengklaim bahwa Trump bukanlah “presiden sah”.

Klaim Lewis itu menyusul tuduhan bahwa Trump dan Rusia memiliki ikatan kerajaan bisnis. Tak terima dengan tuduhan itu, Trump mengecam Lewis di Twitter. Menurut Trump, Lewis hanya bicara dan tindakannya tidak ada hasil.

Lewis adalah anggota terkemuka dari gerakan hak-hak sipil pada tahun 1960, yang berkampanye untuk kesetaraan ras. Dia dipukuli oleh polisi selama pawai menyuarakan hak Selma-Montgomery tahun 1965 dan diserang oleh kelompok Ku Klux Klan.

Kecaman Trump terhadap Lewis memicu reaksi dari para anggota parlemen dari Partai Demokrat. Ted Lieu, anggota parlemen dari California mengatakan, ”Bagi saya, keputusan pribadi untuk tidak menghadiri pelantikan cukup sederhana: Apakah saya berdiri dengan Donald Trump, atau apakah saya berdiri dengan John Lewis? Saya berdiri dengan John Lewis.”

Anggota parlemen dari New York, Yvette Clarke, menulis di Twitter bahwa dia juga akan memboikot pelantikan Trump. ”Ketika Anda menghina (John Lewis), Anda menghina Amerika,” tulis dia, seperti dikutip IB Times, Selasa (17/1/2017).

Politisi Partai Demokrat lainnya dari Georgia, California dan wilayah lain juga memilih untuk memboikot pelantikan Trump. Beberapa dari mereka justru memilih akan ikut protes jalanan di Washington DC saat pelantikan Trump berlangsung.

Pada Martin Luther King Day yang jatuh pada Senin (16/1/2017), Trump memuji King sebagai pemimpin hak-hak sipil yang terkenal berjuang bersama Lewis. Pujian Trump itu dianggap sebagai upaya untuk meredam ketegangan.

“Merayakan Martin Luther King Day dan banyak hal indah tentang dia. Hormatilah dia untuk menjadi orang besar!,” tulis Trump di Twitter.
(mas)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
35 menit yang lalu
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
1 jam yang lalu
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
2 jam yang lalu
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
3 jam yang lalu
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
4 jam yang lalu
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
5 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved