Pembalasan AS, 5 Entitas Rusia Dihajar Sanksi
Jum'at, 30 Desember 2016 - 03:54 WIB
Pembalasan AS, 5 Entitas Rusia Dihajar Sanksi
A
A
A
WASHINGTON - Pemerintah Presiden Barack Obama tak hanya mengusir 35 diplomat Rusia sebagai pembalasan atas tuduhan Rusia ikut campur pemilu AS. Washington juga menjatuhkan sanksi terhadap lima entitas dan empat tokoh atau pejabat Rusia.
Sanksi AS kepada Rusia itu sebagai pembuktikan dari ancaman Obama sebelumnya. Presiden AS yang akan pensiun itu menuduh pemerintah Presiden Vladimir Putin terlibat peretasan email Komite Nasional Demokrat (DNC) menjelang pemilu oleh para hacker.
Dokumen rahasia dari DNC itu lantas diserahkan ke situs antikerahasiaan WikiLeaks untuk dibocorkan ke publik. Tindakan itu dianggap menguntungkan Donald Trump yang akhirnya terpilih sebagai presiden AS. Tapi, baik Putin maupun WikiLeaks sudah berkali-kali membantahnya.
Baca:
Balas Dendam, Amerika Usir 35 Diplomat Rusia!
Departemen Keuangan AS pada Kamis sore waktu setempat atau Jumat (30/12/2016) WIB, mengumumkan lima entitas dan empat tokoh Rusia yang dikenai sanksi baru.
Lima entitas Rusia yang dikenai sanski oleh AS antara lain; The Professional Association of Designers of Data Processing Systems (sebuah organisasi otonom non-komersial), Federal Security Service (Dinas Layanan Keamanan Federal atau FSB), Glavnoe Razedyvatelnoe Upravelenie (Intelijen Militer Rusia atau GRU), Special Technology Center (Pusat Teknologi Khusus) dan Zorsecurity (sebelumnya dikenal sebagai Esage Lab atau Tsor Security).
Sedangkan empat pejabat Rusia yang ikut terkena sanksi baru AS adalah Vladimir Stepanovich Alexseyev, (Wakil Kepala Pertama GRU), Sergey Gizunov (Wakil Kepala GRU), Igor Korobov (Kepala GRU) dan Igor Kostyukov (seorang petinggi GRU).
Departemen Keuangan AS menambah dua tokoh Rusia lainnya yang masuk daftar tambahan sanksi. Keduanya adalah Aleksey Alekseyevich Belan dan Evgeniy Mikhailovich Bogachev. Kedua tokoh ini dianggap terlibat kegiatan cyber yang berbahaya.
Dalam perintah eksekutif yang ditandatanganinya, Presiden Obama memberikan alasan penjatuhan sanksi baru kepada Rusia.”Langkah-langkah tambahan untuk menangani keadaan darurat nasional sehubungan dengan kegiatan cyber yang berbahaya, dan meningkatnya penggunaan kegiatan tersebut untuk merusak proses demokrasi atau lembaga (AS),” bunyi perintah eksekutif Obama, seperti dikutip Reuters.
Sanksi AS kepada Rusia itu sebagai pembuktikan dari ancaman Obama sebelumnya. Presiden AS yang akan pensiun itu menuduh pemerintah Presiden Vladimir Putin terlibat peretasan email Komite Nasional Demokrat (DNC) menjelang pemilu oleh para hacker.
Dokumen rahasia dari DNC itu lantas diserahkan ke situs antikerahasiaan WikiLeaks untuk dibocorkan ke publik. Tindakan itu dianggap menguntungkan Donald Trump yang akhirnya terpilih sebagai presiden AS. Tapi, baik Putin maupun WikiLeaks sudah berkali-kali membantahnya.
Baca:
Balas Dendam, Amerika Usir 35 Diplomat Rusia!
Departemen Keuangan AS pada Kamis sore waktu setempat atau Jumat (30/12/2016) WIB, mengumumkan lima entitas dan empat tokoh Rusia yang dikenai sanksi baru.
Lima entitas Rusia yang dikenai sanski oleh AS antara lain; The Professional Association of Designers of Data Processing Systems (sebuah organisasi otonom non-komersial), Federal Security Service (Dinas Layanan Keamanan Federal atau FSB), Glavnoe Razedyvatelnoe Upravelenie (Intelijen Militer Rusia atau GRU), Special Technology Center (Pusat Teknologi Khusus) dan Zorsecurity (sebelumnya dikenal sebagai Esage Lab atau Tsor Security).
Sedangkan empat pejabat Rusia yang ikut terkena sanksi baru AS adalah Vladimir Stepanovich Alexseyev, (Wakil Kepala Pertama GRU), Sergey Gizunov (Wakil Kepala GRU), Igor Korobov (Kepala GRU) dan Igor Kostyukov (seorang petinggi GRU).
Departemen Keuangan AS menambah dua tokoh Rusia lainnya yang masuk daftar tambahan sanksi. Keduanya adalah Aleksey Alekseyevich Belan dan Evgeniy Mikhailovich Bogachev. Kedua tokoh ini dianggap terlibat kegiatan cyber yang berbahaya.
Dalam perintah eksekutif yang ditandatanganinya, Presiden Obama memberikan alasan penjatuhan sanksi baru kepada Rusia.”Langkah-langkah tambahan untuk menangani keadaan darurat nasional sehubungan dengan kegiatan cyber yang berbahaya, dan meningkatnya penggunaan kegiatan tersebut untuk merusak proses demokrasi atau lembaga (AS),” bunyi perintah eksekutif Obama, seperti dikutip Reuters.
(mas)