Seruan Mengecam Serangan Cyber Rusia Menguat, Trump Pilih Bungkam
Kamis, 15 Desember 2016 - 09:08 WIB
Seruan Mengecam Serangan Cyber Rusia Menguat, Trump Pilih Bungkam
A
A
A
WASHINGTON - Seruan agar Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih, Donald Trump, mengecam serangan cyber Rusia saat pemilu lalu kembali muncul. Kali ini dari senator Partai Demokrat Lindsey Graham.
Senator Lindsey Graham menyerukan Trump untuk melawan Rusia dan bersedia mendapatkan pengarahan dari FBI tentang masalah tersebut. Graham mengatakan dugaan gangguan yang dilakukan Rusia bukan masalah politik.
"Ini bisa jadi kita berikutnya," kata Graham mengacu pada kemampuan Rusia untuk meretas akun Partai Republik, dan menggunakan informasi tersebut melawan mereka seperti dikutip dari Independent, Kamis (15/12/2016).
Graham, yang mengatakan emailnya telah diretas, telah bergabung dengan sejumlah senator lain dari Partai Republik dan Partai Demokrat yang menyerukan penyelidikan bipartisan Kremlin dalam kegiatan selama pemilu.
Baca juga:
Kongres AS Bakal Selidiki Campur Tangan Rusia di Pilpres
Terkait hal ini, juru bicara Trump Jason Miller mengatakan fokus pada serangan cyber Rusia hanyalah sebuah upaya untuk mendelegitimasi kemenangan presiden terpilih Donald Trump.
Sebelumnya, pada awal pekan ini, Trump mengatakan bahwa klaim Rusia meretas Pemilu AS adalah hal yang konyol. "Saya pikir Demokrat memunculkannya karena mereka menderita salah satu kekalahan terbesar dalam sejarah politik di negeri ini. Dan terus terang, saya pikir mereka memunculkan hal itu, Dan itu konyol," kata Trump.
Baca juga:
Trump Sebut Konyol Laporan Rusia Membantunya Menangkan Pemilu AS
Senator Lindsey Graham menyerukan Trump untuk melawan Rusia dan bersedia mendapatkan pengarahan dari FBI tentang masalah tersebut. Graham mengatakan dugaan gangguan yang dilakukan Rusia bukan masalah politik.
"Ini bisa jadi kita berikutnya," kata Graham mengacu pada kemampuan Rusia untuk meretas akun Partai Republik, dan menggunakan informasi tersebut melawan mereka seperti dikutip dari Independent, Kamis (15/12/2016).
Graham, yang mengatakan emailnya telah diretas, telah bergabung dengan sejumlah senator lain dari Partai Republik dan Partai Demokrat yang menyerukan penyelidikan bipartisan Kremlin dalam kegiatan selama pemilu.
Baca juga:
Kongres AS Bakal Selidiki Campur Tangan Rusia di Pilpres
Terkait hal ini, juru bicara Trump Jason Miller mengatakan fokus pada serangan cyber Rusia hanyalah sebuah upaya untuk mendelegitimasi kemenangan presiden terpilih Donald Trump.
Sebelumnya, pada awal pekan ini, Trump mengatakan bahwa klaim Rusia meretas Pemilu AS adalah hal yang konyol. "Saya pikir Demokrat memunculkannya karena mereka menderita salah satu kekalahan terbesar dalam sejarah politik di negeri ini. Dan terus terang, saya pikir mereka memunculkan hal itu, Dan itu konyol," kata Trump.
Baca juga:
Trump Sebut Konyol Laporan Rusia Membantunya Menangkan Pemilu AS
(ian)