Trump Sebut Konyol Laporan Rusia Membantunya Menangkan Pemilu AS
Senin, 12 Desember 2016 - 08:14 WIB
Trump Sebut Konyol Laporan Rusia Membantunya Menangkan Pemilu AS
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Donald Trump buka suara terkait laporan yang menyatakan dirinya dibantu Rusia agar bisa menduduki Gedung Putih. Trump menyebut bahwa laporan itu konyol.
"Saya pikir itu konyol. Saya pikir itu hanya alasan lain. Aku tidak percaya," kata Trump dalam sebuah wawancara dengan Fox News di acara Fox News Sunday.
Trump menuding Partai Demokrat berada di balik laporan tersebut dan mengatakan ia tidak percaya jika laporan itu berasal dari badan intelijen AS, CIA. "Saya pikir Partai Demokrat yang menyebarkannya," kata Trump seperti dikutip dari laman Reuters, Senin (12/12/2016).
Trump mempertanyakan apakah CIA berada di balik laporan yang menunjukkan Moskow menginginkan ia berada di Gedung Putih. Menurut Trump, komunitas intelijen tidak setuju dengan intervensi Rusia. "Mereka bertarung di antara mereka sendiri. Mereka tidak yakin," katanya.
Sebelumnya media Washington Post memberitakan bahwa CIA telah menyimpulkan bahwa Rusia melakukan intervensi dalam pemilu Amerika Serikat (AS) 8 November 2016 lalu. Rusia disebut turut membantu Donald Trump dalam memenangkan pemilu.
”Ini adalah penilaian dari komunitas intelijen yang (menyebut) Rusia bertujuan untuk mendukung salah satu kandidat atas kandidat yang lain, untuk membantu Trump terpilih,” tulis Washington Post mengutip seorang pejabat senior AS. ”Itu pandangan konsensus,” lanjut laporan media AS ini.
"Saya pikir itu konyol. Saya pikir itu hanya alasan lain. Aku tidak percaya," kata Trump dalam sebuah wawancara dengan Fox News di acara Fox News Sunday.
Trump menuding Partai Demokrat berada di balik laporan tersebut dan mengatakan ia tidak percaya jika laporan itu berasal dari badan intelijen AS, CIA. "Saya pikir Partai Demokrat yang menyebarkannya," kata Trump seperti dikutip dari laman Reuters, Senin (12/12/2016).
Trump mempertanyakan apakah CIA berada di balik laporan yang menunjukkan Moskow menginginkan ia berada di Gedung Putih. Menurut Trump, komunitas intelijen tidak setuju dengan intervensi Rusia. "Mereka bertarung di antara mereka sendiri. Mereka tidak yakin," katanya.
Sebelumnya media Washington Post memberitakan bahwa CIA telah menyimpulkan bahwa Rusia melakukan intervensi dalam pemilu Amerika Serikat (AS) 8 November 2016 lalu. Rusia disebut turut membantu Donald Trump dalam memenangkan pemilu.
”Ini adalah penilaian dari komunitas intelijen yang (menyebut) Rusia bertujuan untuk mendukung salah satu kandidat atas kandidat yang lain, untuk membantu Trump terpilih,” tulis Washington Post mengutip seorang pejabat senior AS. ”Itu pandangan konsensus,” lanjut laporan media AS ini.
(ian)