Pakistan Desak Indonesia Tunda Hukuman Mati

Senin, 25 Juli 2016 - 22:01 WIB
Pakistan Desak Indonesia...
Pakistan Desak Indonesia Tunda Hukuman Mati
A A A
JAKARTA - Pakistan mendesak pemerintah Indonesia untuk menunda pelaksanaan hukuman mati terhadap salah satu warga negara Pakistan. Desakan ini disampaikan melalui Kedutaan Besar Pakistan di Jakarta.

“Kami menulis surat kepada Pemerintah Indonesia untuk menunda eksekusi ini, karena perhatian kami bahwa persidangan berlangsung secara tidak adil," kata Syed Zahid Raza, charge de affaires Kedutaan Besar Pakistan di Jakarta pada Reuters, Senin (25/7).

Sebelumnya, Kejaksaan Agung Indonesia telah memberitahu pihak Kedutaan Pakistan, bahwa seorang warga negara Pakistan, Zulfikar Ali akan dieksekusi mati dalam waktu dekat. Namun, pihak Kejaksaan Agung tidak memberitahu waktu pasti pelaksanaan eksekusi mati tersebut.

Ali dijatuhi hukuman mati pada tahun 2005 karena berusaha menyelundupkan 300 gram heroin ke Indonesia. Ia diyakini akan menjadi satu dari sejumlah narapidana asing yang akan menjalani hukuman mati gelombang III. Narapidana asing lainnya berasal dari Nigeria dan Zimbabwe.

Hingga kini, Pemerintah Indonesia memang belum memastikan waktu dan jumlah narapidana yang akan menjalani hukuman mati. Hanya saja, sejumlah perubahan mulai diterapkan di Nusakambangan, seperti pembatasan waktu berkunjung bag para narapidana.
(esn)
Berita Terkait
Indonesia Kirimkan Bantuan...
Indonesia Kirimkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Pakistan
Prabowo Kunjungi Pakistan,...
Prabowo Kunjungi Pakistan, Momentum 75 Tahun Hubungan Indonesia-Pakistan
Perbandingan Jumlah...
Perbandingan Jumlah Muslim antara India, Pakistan dan Indonesia
Bantuan Kemanusiaan...
Bantuan Kemanusiaan Indonesia Diterima Korban Banjir Pakistan
Mengemis di Indonesia,...
Mengemis di Indonesia, Imigrasi Jakpus Deportasi 2 WN Pakistan
Konvoi Diplomat Asing...
Konvoi Diplomat Asing Termasuk dari Indonesia Diserang di Pakistan
Berita Terkini
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
55 menit yang lalu
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
1 jam yang lalu
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
2 jam yang lalu
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
3 jam yang lalu
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
5 jam yang lalu
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
6 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved