Wali Kota Tel Aviv: Serangan Pria Palestina karena Israel Menjajah

Jum'at, 10 Juni 2016 - 13:04 WIB
Wali Kota Tel Aviv:...
Wali Kota Tel Aviv: Serangan Pria Palestina karena Israel Menjajah
A A A
TEL AVIV - Wali Kota Tel Aviv, Ron Huldai, menyalahkan pendudukan atau penjajahan Israel di wilayah Palestina atas serangan fatal dua pria Palestina di Tel Aviv yang menewaskan empat warga Israel.

Serangan bersenjata itu berlangsung di sebuah restoran di pusat perbelanjaan Sarona, Tel Aviv, pada Rabu malam. Selain empat warga Israel tewas, ada sembilan orang lainnya terluka.

”Kami mungkin satu-satunya negara di dunia, di mana bangsa lain di bawah pendudukan tanpa ada hak-hak sipil,” kata Huldai kepada Army Radio.

”Anda tidak bisa menahan orang dalam situasi dijajah dan berharap mereka akan mencapai kesimpulan semuanya baik-baik saja,” lanjut dia.

”Telah terjadi pendudukan selama 49 tahun, yang saya adalah bagian dari itu, dan saya mengetahui kenyataan, dan saya tahu para pemimpin membutuhkan keberanian untuk tidak hanya bicara. Kami harus menunjukkan kepada tetangga kita bahwa kami memiliki niat yang benar untuk kembali ke kenyataan bahwa sebuah negara Yahudi lebih kecil dengan mayoritas warga Yahudi yang jelas,” imbuh Huldai.

Baca juga:
Dua Pria Palestina Umbar Tembakan di Tel Aviv, 4 Tewas dan 9 Luka

Komentar Wali Kota Tel Aviv ini membuat Wakil Menteri Pertahanan Israel, Eli Ben-Dahan, kesal. Menurutnya, komentar Wali Kota Tel Aviv aneh dan delusional.

”Saya mendengar Wali Kota Tel Aviv mengatakan ‘pendudukan’ disalahkan, atau bahwa itu karena kami tidak memiliki perjanjian perdamaian dengan Palestina, dan itulah mengapa kita memiliki terorisme (jadi taget serangan teror),” kata Ben-Dahan di depan pengunjung di Institut Studi Keamanan Nasional.

”Saya ingin mengingatkan bahwa ada terorisme di sini 100 tahun yang lalu, dan pada tahun 1929 Yahudi dibunuh (dalam pembantaian di Hebron) dan tidak ada negara Israel. Bahkan tidak ada 'pendudukan'," katanya lagi, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (10/6/2016).

Sebelumnya, Wakil Menhan Israel ini menyebut bulan suci Ramdhan sebagai “bulan teror”.
(mas)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
4 jam yang lalu
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
5 jam yang lalu
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
6 jam yang lalu
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
8 jam yang lalu
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
8 jam yang lalu
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
9 jam yang lalu
Infografis
Negara NATO yang Halangi...
Negara NATO yang Halangi Kemenangan Israel dari Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved