Oknum Pejabat Imigrasi Malaysia Sabotase Keamanan Bandara
Rabu, 01 Juni 2016 - 18:40 WIB
Oknum Pejabat Imigrasi Malaysia Sabotase Keamanan Bandara
A
A
A
KUALA LUMPUR - Departemen Imigrasi Malaysia telah memecat 15 pejabatnya, setelah berhasil membongkar pelanggaran sistem keamanan di bandara. Pelanggaran yang dilakukan memungkinkan penumpang tertentu untuk melakukan perjalanan melalui bandara internasional utama negara itu tanpa diperiksa terlebih dahulu. Praktek ilegal ini diduga telah dilakukan sejak tahun 2010.
Menurut Direktur Umum Imigrasi Malaysia, Sakib Kusmi, para pejabat itu diduga telah bekerjasama dengan sindikat kriminal untuk melemahkan pemeriksaan keamanan di Bandara Internasional Kuala Lumpur.
"Mereka berhubungan secara online. Instruksi datang dari luar negeri. Mereka dapat memanipulasi sistem kami dari luar. Anda dapat melihat hal ini dalam komputer kami, kursor begerak tanpa seseorang mengoperasikannya," jelas Kusmi, dikutip dari laman Time, Rabu (1/6/2016).
Otoritas keamanan mulai menyelidiki permasalahan ini sejak tiga bulan lalu. Kecurigaan dipicu oleh seringnya sistem komputer imigrasi mengalami kerusakan. Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi Malaysia mengatakan pekan lalu, hingga 100 orang bisa terlibat dalam kasus ini.
Total ada 37 petugas, termasuk 14 orang yang dibekukan, yang diduga mengambil bagian dalam 'menyabotase' sistem komputerisasi imigrasi Malaysia. Sistem ini memeriksa paspor wisatawan dari database yang mencakup daftar paspor yang hilang dan dicuri.
Menurut Direktur Umum Imigrasi Malaysia, Sakib Kusmi, para pejabat itu diduga telah bekerjasama dengan sindikat kriminal untuk melemahkan pemeriksaan keamanan di Bandara Internasional Kuala Lumpur.
"Mereka berhubungan secara online. Instruksi datang dari luar negeri. Mereka dapat memanipulasi sistem kami dari luar. Anda dapat melihat hal ini dalam komputer kami, kursor begerak tanpa seseorang mengoperasikannya," jelas Kusmi, dikutip dari laman Time, Rabu (1/6/2016).
Otoritas keamanan mulai menyelidiki permasalahan ini sejak tiga bulan lalu. Kecurigaan dipicu oleh seringnya sistem komputer imigrasi mengalami kerusakan. Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi Malaysia mengatakan pekan lalu, hingga 100 orang bisa terlibat dalam kasus ini.
Total ada 37 petugas, termasuk 14 orang yang dibekukan, yang diduga mengambil bagian dalam 'menyabotase' sistem komputerisasi imigrasi Malaysia. Sistem ini memeriksa paspor wisatawan dari database yang mencakup daftar paspor yang hilang dan dicuri.
(ian)