Indonesia Hendak Beli Jet Amfibi dan 2 Kapal Selam Rusia

Selasa, 31 Mei 2016 - 07:27 WIB
Indonesia Hendak Beli...
Indonesia Hendak Beli Jet Amfibi dan 2 Kapal Selam Rusia
A A A
MOSKOW - Indonesia berencana membeli pesawat jet amfibi dan dua kapal selam dari Rusia. Rencana ini disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Rusia, Mohamad Wahid Supriyadi.

“Kami benar-benar berencana untuk membeli pesawat amfibi yang dikembangkan oleh biro desain Sukhoi dan kapal selam Kilo-class dari Rusia,” katanya kepada kantor berita Itar-Tass, hari Senin.

”Kami sedang bekerja pada pembelian tersebut,” katanya lagi. ”Spesialis Rusia yang relevan akan diundang ke Indonesia.”

Menurut diplomat Indonesia ini, Jakarta tertarik untuk mengembangkan kerjasama militer dan teknis dengan Moskow.

”Produk Rusia di bidang pertahanan dan sektor industri tidak kalah dengan analog Barat. Perlu dicatat keberhasilan yang cukup dari Rusia di bidang kerjasama militer dan teknis,” ujar Mohamad Wahid.

”Kami berharap untuk interaksi yang dekat di bidang ini,” lanjut dia.

Menurutnya, Indonesia tertarik untuk membeli dua kapal selam Rusia.

Kapal selam Kilo-class Rusia diklasifikasikan NATO sebagai kapal selam Project 636 Varshavyanka, sebuah kapal selam diesel-listrik.

Kepala Rosoboronexport, Vladimir Yereschenko, mengatakan kepada Itar-Tass pada forum Defence Services Asia 2016 Arms Show (DSA 2016), kapal selam Project 636,3, kapal selam Amur-1650, kapal selam Project 11.356 (Krivak-V-class) dan frigat Gepard-3,9 (Gepard) merupakan produk yang paling menjanjikan untuk dipromosikan di Asia-Pasifik.

Rusia sebelumnya dilaporkan siap untuk memulai pengiriman pesawat Amfibi Be-200ChS yang diproduksi oleh Beriyev Aircraft Company yang berbasis di Taganrog ke Indonesia.

”Kami berharap bahwa kontak dengan Indonesia akan menjadi salah satu kontrak pertama di bidang kerjasama militer dan teknis. Kami mencatat minat besar dari pembeli asing. Animo ini dijelaskan oleh keunikan dan kemampuan pesawat itu. Ini adalah jet amfibi tunggal,” imbuh Presiden United Aircraft-Manufacturing Corporation (UAC) Rusia, Yuri Slyusar kepada Itar-Tass, yang dikutip Selasa (31/5/2016).
(mas)
Berita Terkait
Ukraina Memanas, Ini...
Ukraina Memanas, Ini Pernyataan Resmi Pemerintah Indonesia Lewat Kemenlu
WNI dari Ukraina Tiba...
WNI dari Ukraina Tiba di Indonesia, 14 WNI Masih Tertahan di Rumania
Pengakuan PMI Asal Bali...
Pengakuan PMI Asal Bali Pulang dari Ukraina, Kesulitan Ekonomi dan Bingung Kerja Apa
Viral Video Perkelahiannya,...
Viral Video Perkelahiannya, 2 Bule Rusia Kabur Tinggalkan Indonesia
IMF Bicara Dampak Perang...
IMF Bicara Dampak Perang Rusia-Ukraina pada Ekonomi Indonesia
Kedutaan Ukraina untuk...
Kedutaan Ukraina untuk Indonesia Rilis Video Kerusakan akibat Agresi Rusia
Berita Terkini
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
1 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
2 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
4 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
5 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
6 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved