Saudi Sangkal Ancam AS Jika Buka Dokumen Rahasia 9/11

Selasa, 03 Mei 2016 - 17:05 WIB
Saudi Sangkal Ancam...
Saudi Sangkal Ancam AS Jika Buka Dokumen Rahasia 9/11
A A A
JENEWA - Pemerintah Kerjaan Arab Saudi menyangkal mengancam Amerika Serikat (AS) jika membuka dokumen rahasia penyelidikan serangan 9/11 yang diduga menyebut keterlibatan Saudi dalam serangan teror itu.

Menteri Luar Negeri Saudi, Adel Al-Jubeir, mengkonfirmasi bahwa Riyadh sejatinya hanya memperingatkan AS bahwa RUU usulan Kongres untuk membuka dokumen rahasia 9/11 itu bisa mengikis kepercayaan investor global di AS.

RUU itu diusulkan untuk menuntut Kerajaan Saudi bertanggung jawab atas dugaan perannya dalam serangan 11 September 2001 atau 9/11 terhadap menara kembar WTC. Jubeir sudah menjelaskan pada rekannya, John Kerry (Menlu AS) bahwa Saudi tidak pernah mengancam AS.

Konfirmasi Menlu Jubeir itu untuk membantah laporan The New York Times pada bulan lalu. Media AS itu melaporkan bahwa Pemerintah Riyadh telah mengancam untuk menjual asetnya di AS yang bernilai USD750 milIar. Aset dijual jika Kongres AS meloloskan RUU yang akan melucuti kekebalan diplomatik pemerintah asing dalam kasus serangan teroris yang membunuh warga Amerika di wilayah AS.

Kami katakan hukum seperti ini akan menyebabkan erosi kepercayaan investor .Tapi kemudian dikatakan, 'Ya Tuhan Saudi mengancam AS'. Konyol, kata Jubeir.


Kami tidak menggunakan kebijakan moneter, kami tidak menggunakan kebijakan energi dan kami tidak menggunakan kebijakan ekonomi untuk tujuan politik. Ketika kita berinvestasi, kita berinvestasi sebagai investor. Ketika kami menjual minyak, kami menjual minyak karena (kami) para pedagang,” lanjut Jubeir, seperti dikutip Reuters, Selasa (3/5/2016).

Laporan The New York Times kala itu mengutip para pejabat pemerintah dan para pembantu kongres AS.

Sebenarnya apa yang mereka lakukan adalah melucuti prinsip kekebalan berdaulat yang akan mengubah dunia dengan hukum internasional ke dalam hukum rimba, kata Jubeir. Itu sebabnya pemerintah (Saudi) menentang itu, dan itulah mengapa setiap negara di dunia menentang itu.

"Dan kemudian orang mengatakan 'Arab Saudi mengancam AS dengan menarik investasi kami. Omong kosong,” imbuh Jubeir.
(mas)
Berita Terkait
Awal Mula Arab Saudi...
Awal Mula Arab Saudi Menjadi Sekutu Amerika Serikat
Inilah Alasan Mengapa...
Inilah Alasan Mengapa Banyak Pangeran Arab Kuliah di Amerika Serikat
Perkuat Kerja Sama,...
Perkuat Kerja Sama, Amerika Serikat akan Buat Rudal di Arab Saudi
8 Negara Mayoritas Muslim...
8 Negara Mayoritas Muslim yang Jadi Sekutu Amerika Serikat
Media AS: Arab Saudi...
Media AS: Arab Saudi Kibuli Amerika Serikat soal Minyak
Menlu Arab Saudi Ditelepon...
Menlu Arab Saudi Ditelepon Menlu Amerika Serikat, Ini Isinya
Berita Terkini
IRGC: Serangan Balasan...
IRGC: Serangan Balasan ke Kuwait dan Bahrain Harus Jadi Pelajaran bagi AS
3 jam yang lalu
Iran Klaim Belum Gunakan...
Iran Klaim Belum Gunakan Semua Senjata Andalannya
4 jam yang lalu
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
5 jam yang lalu
4 Alasan Iran Kini Lebih...
4 Alasan Iran Kini Lebih Siap Hadapi Serangan AS, Sudah Memahami Musuh
6 jam yang lalu
Selat Hormuz Berkecamuk,...
Selat Hormuz Berkecamuk, Turki Tawarkan Jalur Kereta Api Hejaz Modern
7 jam yang lalu
Rusia Intensifkan Serangan,...
Rusia Intensifkan Serangan, Sekjen NATO Justru Berkunjung ke Ukraina
8 jam yang lalu
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved