Putin: Oposisi Harus Jauhi ISIS dan Al-Nusra
Selasa, 19 April 2016 - 17:54 WIB
Putin: Oposisi Harus Jauhi ISIS dan Al-Nusra
A
A
A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin mendesak akan adanya kebutuhan untuk menjauhkan oposisi dari ISIS dan juga al-Nusra. Desakan itu disampaikan Putin saat dirinya terlibat pembicaraan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama melalui sambungan telepon.
"Dalam pembicaraan tersebut, Putin menegaskan pada kebutuhan untuk oposisi moderat menjauhkan diri secepatnya dari ISIS dan juga al-Nusra," kata layanan pers Kremlim dalam sebuah pernyataan.
"Selain itu, dirinya juga mendesak penutupan perbatasan antara Suriah dan Turki, dimana orang-orang bersenjata terus menyusup dan senjata dipasok kepada para ekstrimis," sambungnya, seperti dilansir Itar-tass pada Selasa (19/4).
Layanan pers Kremlin menambahkan, dalam pembicaraan yang diinisiasi pihak AS itu, kedua kepala turut menyepakati untuk meningkatkan koordinasi dalam melakukan aksi militer di Suriah.
"Mereka juga sepakat untuk terus meningkatkan upaya terkoordinasi di Suriah, termasuk melalui dinas rahasia dan badan-badan pertahanan. Dengan tujuan ini langkah-langkah tambahan akan dilakukan, untuk merespon setiap pelanggaran gencatan senjata," pungkasnya.
"Dalam pembicaraan tersebut, Putin menegaskan pada kebutuhan untuk oposisi moderat menjauhkan diri secepatnya dari ISIS dan juga al-Nusra," kata layanan pers Kremlim dalam sebuah pernyataan.
"Selain itu, dirinya juga mendesak penutupan perbatasan antara Suriah dan Turki, dimana orang-orang bersenjata terus menyusup dan senjata dipasok kepada para ekstrimis," sambungnya, seperti dilansir Itar-tass pada Selasa (19/4).
Layanan pers Kremlin menambahkan, dalam pembicaraan yang diinisiasi pihak AS itu, kedua kepala turut menyepakati untuk meningkatkan koordinasi dalam melakukan aksi militer di Suriah.
"Mereka juga sepakat untuk terus meningkatkan upaya terkoordinasi di Suriah, termasuk melalui dinas rahasia dan badan-badan pertahanan. Dengan tujuan ini langkah-langkah tambahan akan dilakukan, untuk merespon setiap pelanggaran gencatan senjata," pungkasnya.
(esn)