Kanada Ingin Legalkan Bunuh Diri, Ini Syaratnya

Jum'at, 15 April 2016 - 15:49 WIB
Kanada Ingin Legalkan...
Kanada Ingin Legalkan Bunuh Diri, Ini Syaratnya
A A A
OTTAWA - Pemerintah Kanada memperkenalkan rancangan undang-undang (RUU) baru untuk melegalkan tindakan bunuh diri secara medis dengan syarat khusus. Yakni, hanya untuk orang-orang yang menderita penyakit serius yang tidak bisa disembuhkan.

Meskipun aturan baru yang diperkenalkan itu dikenal sebagai RUU Legalisasi Bunuhh Diri, namun untuk praktiknya tindakan bunuh diri secara medis dibolehkan dilakukan sendiri atau minta dibantu dokter.

Pasien yang dilegalkan untuk bunuh diri adalah mereka yang “menderita penyakit abadi secara fisik ataupun psikologis”.

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, memperkenalkan RUU itu pada hari Kamis.

Jika RUU ini diloloskan, Kanada akan bergabung dengan kelompok negara-negara yang mengizinkan praktik “bunuh diri dengan bantuan medis” seperti Belgia, Belanda, Swiss dan Jerman. Sedangkan di Amerika Serikat (AS) hanya Oregon dan Vermont yang melegalkannya.

Di bawah hukum yang diusulkan itu, orang-orang yang hidup dengan penyakit serius dan ingin meninggal, dapat melakukan bunuh diri dengan obat yang diberikan oleh dokter atau meminta dokter maupun perawat mengatur dosis untuk mereka.

Anggota keluarga dan teman-teman juga akan diizinkan untuk membantu pasien yang menginginkan kematian. Pekerja sosial dan apoteker juga diperbolehkan berpartisipasi dalam proses tersebut.

RUU ini merupakan terobosan terbaru setelah menjadi bahan perdebatan panjang dan kerap menguras emosional publik Kanada tentang hak dan perlindungan pasien dengan kondisi medis yang serius yang mungkin berusaha untuk mengakhiri hidup mereka.

Pemerintah kanada telah berjanji untuk lebih mempelajari masalah ini jika RUU itu diloloskan. ”Untuk beberapa hal, bantuan medis dalam (kondisi) sekarat akan mengganggu,” kata Menteri Kehakiman Kanada, Jody Wilson-Raybould, seperti dikutip dari New York Times, Jumat (15/4/2016).

“Bagi orang lain, (rancangan) undang-undang ini tidak akan melangkah cukup jauh,” lanjut dia.
(mas)
Berita Terkait
Pembunuhan Warga India...
Pembunuhan Warga India di Kanada Memicu Hubungan India-Kanada Memburuk
Kebakaran Hutan Kanada...
Kebakaran Hutan Kanada Meluas, Rumah dan Mobil Hangus Terbakar
Tersandung Skandal dan...
Tersandung Skandal dan Berselisih dengan Trudeau, Menkeu Kanada Resign
Bawa Senapan M-14, Seorang...
Bawa Senapan M-14, Seorang Pria Serang Rumah PM Kanada
Dubes Indonesia dan...
Dubes Indonesia dan Kanada Siap Majukan Kerja Sama Bilateral
Hasil Copa America 2024:...
Hasil Copa America 2024: Perkasa, Argentina Kalahkan Kanada 2-0
Berita Terkini
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
41 menit yang lalu
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
1 jam yang lalu
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
2 jam yang lalu
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
3 jam yang lalu
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
5 jam yang lalu
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
6 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved