Ini Cerita Seram TKI yang Pernah Tinggal di Ibukota ISIS

Rabu, 16 Maret 2016 - 18:31 WIB
Ini Cerita Seram TKI...
Ini Cerita Seram TKI yang Pernah Tinggal di Ibukota ISIS
A A A
DAMASKUS - Sri Rahayu Binti Masnid Nur, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Sumbawa mungkin tidak akan pernah melupakan masa-masa kelam tinggal di Raqqa, Suriah, yang kerap disebut sebagai ibukota ISIS. Sri, adalah satu dari sedikit orang yang bisa menyaksikan langsung aksi ISIS di Raqqa.

Menurut siaran pers Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Damaskus yang diterima Sindonews pada Rabu (16/3), Sri datang ke Suriah pada tahun 2011 lalu. Drinya dibawa oleh agen tenaga kerja PT Binhasan Maju Sejahtera dan agen di Suriah, Sana untuk bekerja di Aleppo.

Meskipun telah habis masa kontrak kerjanya di Aleppo selama 2,5 tahun, Sri tidak dipulangkan, tetapi malah dijual kembali oleh agen Sana ke majikan baru bernama Abdul Azim al-Ujaeli di Raqqa.

Selama tinggal dan bekerja di Kota Raqqa, TKI asal Sumbawa ini menyaksikan secara langsung peristiwa dimana ISIS memasuki Kota Raqqa. Dirinya mengaku mendengar orang-orang berlarian sambil berteriak ketakutan bahwa ISIS memasuki Kota Raqqa dan merebut gudang senjata milik Batalyon 17 Tentara Suriah.

Sri becerita, suatu hari dirinya hendak berbelanja di Pasar Raqqa, ia melihat kepala-kepala manusia dijejerkan di pinggir jalan setelah dipenggal. Tak ayal, karena ketakutan dirinya membatalkan niat untuk pergi ke pasar dan berlari pulang ke rumah majikannya.

Di hari lain, Sri mengaku pernah disuruh oleh majikannya untuk membeli rokok secara sembunyi-sembunyi. Ia tahu ISIS mengharamkan rokok dan akan menghukum keras para perokok. Sebelum tiba di tempat penjual rokok, dirinya dicegat oleh anggota ISIS, dan diinterogasi.

“Saya akan membeli sesuatu ke pasar,” turut Sri, saat mereka ulang kejadian kala dirinya diinterogasi oleh anggota ISIS. Anggota ISIS, itu lanjut Sri, memerintahkan ia untuk kembali ke rumah karena tidak didampingi oleh lelaki muhrimnya. “Untung rokok belum di tangan,” sambung Sri.

Sejak Raqqa dikuasai ISIS, kebutuhan bahan pokok menjadi sangat sulit. Pada bulan Ramadhan tahun 2014, ia bercerita pernah mengantri membeli roti hingga terpaksa menginap di pabrik roti hanya untuk mendapatkan beberapa kerat roti.
(esn)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
1 jam yang lalu
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
2 jam yang lalu
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
3 jam yang lalu
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
4 jam yang lalu
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
5 jam yang lalu
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
6 jam yang lalu
Infografis
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved