Iran Ingin Beri Uang ke Keluarga Martir Palestina, Israel Murka
Jum'at, 26 Februari 2016 - 21:24 WIB
Iran Ingin Beri Uang ke Keluarga Martir Palestina, Israel Murka
A
A
A
TEL AVIV - Pemerintah Iran berencana memberi uang insentif secara tunai kepada keluarga “martir” Palestna yang menyerang Israel. Rencana Iran itu membuat Israel murka karena dianggap mendukung “teroris”.
Kedutaan Besar Iran di Libanon, mengumumkan bahwa Teheran akan memberikan uang insentif setara USD7 ribu. ”Untuk setiap keluarga dari seorang martir intifada di Yerusalem,” kata Duta Besar Iran untuk Libanon, Mohammad Fathali.
Tak hanya itu, Teheran juga akan memberikan uang tunai USD30 ribu kepada keluarga dari setiap warga Palestina yang dituduh sebagai “teroris” yang rumahnya dibuldoser oleh Israel.
Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, menilai Iran terus menabur teror di seluruh dunia dan memicu api teror Palestina.
Penilaian senada juga disampaikan juru biicara Kementerian Luar Negeri Israel, Emmanuel Nahason, kepada Fox News, kemarin. ”Ini menunjukkan peran Iran lagi dalam mendorong teror,” katanya. ”Setelah perjanjian nuklir, Iran terus menjadi pemain utama dalam teror internasional,” lanjut dia.
Konflik Israel dan Palestina hingga kini belum mereda. Angka-angka terbaru yang dikeluarkan oleh Israel menunjukkan ada 188 kasus penusukan, 75 penembakan dan 39 serangan kendaraan.
Lebih dari 160 warga Palestina tewas selama periode yang sama oleh pasukan keamanan Israel dan warga sipil Israel bersenjata. Sedangkan dari pihak Israel sekitar 32 orang tewas.
Kedutaan Besar Iran di Libanon, mengumumkan bahwa Teheran akan memberikan uang insentif setara USD7 ribu. ”Untuk setiap keluarga dari seorang martir intifada di Yerusalem,” kata Duta Besar Iran untuk Libanon, Mohammad Fathali.
Tak hanya itu, Teheran juga akan memberikan uang tunai USD30 ribu kepada keluarga dari setiap warga Palestina yang dituduh sebagai “teroris” yang rumahnya dibuldoser oleh Israel.
Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, menilai Iran terus menabur teror di seluruh dunia dan memicu api teror Palestina.
Penilaian senada juga disampaikan juru biicara Kementerian Luar Negeri Israel, Emmanuel Nahason, kepada Fox News, kemarin. ”Ini menunjukkan peran Iran lagi dalam mendorong teror,” katanya. ”Setelah perjanjian nuklir, Iran terus menjadi pemain utama dalam teror internasional,” lanjut dia.
Konflik Israel dan Palestina hingga kini belum mereda. Angka-angka terbaru yang dikeluarkan oleh Israel menunjukkan ada 188 kasus penusukan, 75 penembakan dan 39 serangan kendaraan.
Lebih dari 160 warga Palestina tewas selama periode yang sama oleh pasukan keamanan Israel dan warga sipil Israel bersenjata. Sedangkan dari pihak Israel sekitar 32 orang tewas.
(mas)