Sebar Sistem Rudal di Korsel, China Minta Penjelasan AS
Jum'at, 26 Februari 2016 - 13:06 WIB
Sebar Sistem Rudal di Korsel, China Minta Penjelasan AS
A
A
A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menggarisbawahi keprihatinannya terkait pengerahan radar dan sistem pertahanan rudal canggih milik Amerika Serikat (AS) ke Korea Selatan (Korsel). China pun menuntut penjelasan atas rencana AS tersebut.
China pantas merasa khawatir dengan pengerahan radar X-band dan sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD). Pasalnya, keduanya memiliki jangkauan yang jauh melampaui Semenanjung Korea, bahkan hingga ke pedalaman China. Hal ini bisa membahayakan kepentingan keamanan nasional China yang sah.
"Kami percaya bahwa masalah keamanan yang sah, China harus diperhitungkan. Penjelasan harus diberikan ke Cina," kata Wang Yi saat berbicara di Center for International and Strategic Studies sebuah lembaga think tank seperti dikutip dari Reuters, Jumat (26/2/2016).
Sementara itu di Pentagon, seolah menjawab kekhawatiran China, Komandan Pasukan Pasifik AS Laksamana Harry Harris mengatakan bahwa jika China ingin mencegah rencana penyebaran sistem pertahanan rudal THAAD maka Beijing harus menggunakan pengaruhnya pada PyongYang.
"Campur tangan China dalam keputusan yang harus dibuat antara mitra aliansi, Republik Korea dan AS, maka campur tangan mereka dalam proses tersebut sudah dalam kategori tidak masuk akal, terlebih jika Anda mempertimbangkan bahwa THAAD bukanlah ancaman bagi China," kata Harris.
"Jika China ingin menggunakan pengaruhnya pada seseorang untuk mencegah THAAD, dari pada mereka pergi ke Korea, lebih baik mereka mengerahkan pengaruhnya pada Korea Utara," imbuhnya.
China pantas merasa khawatir dengan pengerahan radar X-band dan sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD). Pasalnya, keduanya memiliki jangkauan yang jauh melampaui Semenanjung Korea, bahkan hingga ke pedalaman China. Hal ini bisa membahayakan kepentingan keamanan nasional China yang sah.
"Kami percaya bahwa masalah keamanan yang sah, China harus diperhitungkan. Penjelasan harus diberikan ke Cina," kata Wang Yi saat berbicara di Center for International and Strategic Studies sebuah lembaga think tank seperti dikutip dari Reuters, Jumat (26/2/2016).
Sementara itu di Pentagon, seolah menjawab kekhawatiran China, Komandan Pasukan Pasifik AS Laksamana Harry Harris mengatakan bahwa jika China ingin mencegah rencana penyebaran sistem pertahanan rudal THAAD maka Beijing harus menggunakan pengaruhnya pada PyongYang.
"Campur tangan China dalam keputusan yang harus dibuat antara mitra aliansi, Republik Korea dan AS, maka campur tangan mereka dalam proses tersebut sudah dalam kategori tidak masuk akal, terlebih jika Anda mempertimbangkan bahwa THAAD bukanlah ancaman bagi China," kata Harris.
"Jika China ingin menggunakan pengaruhnya pada seseorang untuk mencegah THAAD, dari pada mereka pergi ke Korea, lebih baik mereka mengerahkan pengaruhnya pada Korea Utara," imbuhnya.
(ian)