HRW: Iran Paksa Warga Afghanistan Berperang di Suriah
Jum'at, 29 Januari 2016 - 19:53 WIB
HRW: Iran Paksa Warga Afghanistan Berperang di Suriah
A
A
A
NEW YORK - Kelompok pemantau Human Rights Watch (HRW) mengatakan, Garda Revolusi Iran (IRGC) telah merekrut ribuan warga Afghanistan yang mengungsi di Iran untuk berperang di Suriah. Menurut HRW, tidak sedikit dari mereka direkrut secara paksa.
"Iran tidak hanya menawarkan pengungsi Afghanistan dan migran insentif untuk berperang di Suriah, namun beberapa sumber mengatakan, mereka terancam dideportasi kembali ke Afghanistan jika mereka menolak," kata Direktur HRW, Peter Bouckaert.
"Dihadapkan dengan pilihan yang suram ini, beberapa orang Afghan dan anak laki-laki melarikan diri dari Iran ke Eropa," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Jumat (29/1).
Bouckaert menuturkan, fakta ini mereka dapatkan setelah melakukan sejumlah wawancara dengan para pengungsi Afghanistan yang pernah mengungsi di Iran. Setidaknya dua lusin warga Afghanistan yang diwawancarai mengatakan, mereka atau keluarga mereka telah direkrut atau dipaksa oleh otoritas Iran untuk ikut berperang di Suriah.
Enam dari mereka mengatakan pasukan Iran telah melatih mereka atau keluarga mereka di kamp-kamp militer dekat Teheran dan Shiraz pada tahun 2015. Dua dari enam telah bergabung secara sukarela, sementara empat lainnya mengatakan mereka atau kerabat mereka telah dipaksa.
Teheran memang sempat mengatakan bahwa mereka memiliki sebuah Brigade yang beranggotakan para pengungsi asal Afghanistan. Brigade itu dinamakan Brigade Fatemiyon, yang diambil dari nama salah satu anak Nabi Muhammad. Pasukan ini dibentuk untuk menjaga sejumlah situs suci, bukan hanya di Suriah tapi juga di Iran dari ancaman kelompok militan seperti ISIS.
"Iran tidak hanya menawarkan pengungsi Afghanistan dan migran insentif untuk berperang di Suriah, namun beberapa sumber mengatakan, mereka terancam dideportasi kembali ke Afghanistan jika mereka menolak," kata Direktur HRW, Peter Bouckaert.
"Dihadapkan dengan pilihan yang suram ini, beberapa orang Afghan dan anak laki-laki melarikan diri dari Iran ke Eropa," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Jumat (29/1).
Bouckaert menuturkan, fakta ini mereka dapatkan setelah melakukan sejumlah wawancara dengan para pengungsi Afghanistan yang pernah mengungsi di Iran. Setidaknya dua lusin warga Afghanistan yang diwawancarai mengatakan, mereka atau keluarga mereka telah direkrut atau dipaksa oleh otoritas Iran untuk ikut berperang di Suriah.
Enam dari mereka mengatakan pasukan Iran telah melatih mereka atau keluarga mereka di kamp-kamp militer dekat Teheran dan Shiraz pada tahun 2015. Dua dari enam telah bergabung secara sukarela, sementara empat lainnya mengatakan mereka atau kerabat mereka telah dipaksa.
Teheran memang sempat mengatakan bahwa mereka memiliki sebuah Brigade yang beranggotakan para pengungsi asal Afghanistan. Brigade itu dinamakan Brigade Fatemiyon, yang diambil dari nama salah satu anak Nabi Muhammad. Pasukan ini dibentuk untuk menjaga sejumlah situs suci, bukan hanya di Suriah tapi juga di Iran dari ancaman kelompok militan seperti ISIS.
(esn)