Bersedia Damai, Taliban Minta Dihapus dari Blacklist PBB
Sabtu, 23 Januari 2016 - 23:00 WIB
Bersedia Damai, Taliban Minta Dihapus dari Blacklist PBB
A
A
A
DOHA - Kelompok Taliban Afghanistan meminta nama mereka dihapus dari daftar kelompok teroris PBB sebelum melanjutkan pembicaraan damai untuk mengakhiri perang saudara selama 15 tahun. Hal itu disampaikan dalam sayap politik kelompok militan itu saat bertemu dengan aktivis di sebuah forum tidak resmi di Qatar.
"Kami menyampaikan kepada mereka pertama untuk menghapus kami dari daftar blacklist PBB dan memungkinkan kami untuk bebas bepergian ke seluruh dunia dan kemudian kita dapat berbicara tentang mengadakan pembicaraan damai," kata anggota Taliban yang berbicara dengan syarat anonim seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (23/1/2016).
Sementara itu, pada Sabtu pagi, aktivis, mantan pejabat Afghanistan, dan wakil Taliban tiba di sebuah hotel di pusat kota Doha untuk melakukan pertemuan selama dua hari. Pertemuan ini diselenggarakan oleh Pugwash Conferences on Science and World Affairs, peraih hadiah Nobel untuk kelompok krisis.
"Pertemuan ini memberikan kami kesempatan untuk mengekspresikan pandangan kami tentang masa depan Afghanistan," kata juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid.
Sedangkan menurut mantan Menteri Keuangan Afghanistan yang ikut dalam pertemuan di Doha, Anwar Ahady mengatakan, Taliban belum menunjukkan kesedian untuk terlibat langsung dalam pembicaraan.
"Sejauh ini mereka belum mengajukan ide konkret tentang bagaimana mencapai kemajuan. Mudah-mudahan besok kita akan tahu apakah mereka ingin damai dan jika demikian apa tawaran mereka," katanya.
"Kami menyampaikan kepada mereka pertama untuk menghapus kami dari daftar blacklist PBB dan memungkinkan kami untuk bebas bepergian ke seluruh dunia dan kemudian kita dapat berbicara tentang mengadakan pembicaraan damai," kata anggota Taliban yang berbicara dengan syarat anonim seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (23/1/2016).
Sementara itu, pada Sabtu pagi, aktivis, mantan pejabat Afghanistan, dan wakil Taliban tiba di sebuah hotel di pusat kota Doha untuk melakukan pertemuan selama dua hari. Pertemuan ini diselenggarakan oleh Pugwash Conferences on Science and World Affairs, peraih hadiah Nobel untuk kelompok krisis.
"Pertemuan ini memberikan kami kesempatan untuk mengekspresikan pandangan kami tentang masa depan Afghanistan," kata juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid.
Sedangkan menurut mantan Menteri Keuangan Afghanistan yang ikut dalam pertemuan di Doha, Anwar Ahady mengatakan, Taliban belum menunjukkan kesedian untuk terlibat langsung dalam pembicaraan.
"Sejauh ini mereka belum mengajukan ide konkret tentang bagaimana mencapai kemajuan. Mudah-mudahan besok kita akan tahu apakah mereka ingin damai dan jika demikian apa tawaran mereka," katanya.
(ian)