1.600 Militan ISIS Sudah Masuk ke Afghanistan
Minggu, 06 Desember 2015 - 17:39 WIB
1.600 Militan ISIS Sudah Masuk ke Afghanistan
A
A
A
KABUL - Kelompok Negara Islam Suriah Irak atau ISIS tampaknya telah memperluas wilayah kekuasaannya. Terbaru, militan ISIS dikabarkan telah masuk ke Afghanistan dan berhasil memegang kendali atas empat daerah di sana.
Seperti dikutip dari laman Metro, Minggu (6/12/2015), 1.600 militan ISIS telah masuk ke Afghanistan dan telah melancarkan serangan. Tidak hanya itu, mereka juga telah membentuk sebuah camp pelatihan di provinsi Nangarhar, Afghanistan.
ISIS tampaknya berusaha mengambil keuntungan dari melemahnya kekuatan kelompok Taliban. Kelompok ini tengah dilanda perpecahan pasca tewasnya sang pemimpin Mullah Omar. Keadaan Taliban semakin goyah setelah pemimpin mereka yang ditunjuk menggantikan Omar, Mullah Akhtar Mansour, dikabarkan tewas akibat luka tembak yang cukup parah.
Namun kabar ini dimentahkan setelah kelompok militan itu merilis sebuah rekaman audio suara dari Mullah Mansour.
Selain itu, penarikan pasukan Barat dari Afghanistan juga menjadi keuntungan sendiri bagi ISIS untuk menanamkan pengaruhnya di Afghanistan. Meski begitu, Amerika Serikat (AS) menyatakan tetap memberikan perhatian terhadap Afghanistan.
"Kami menyadari kehadiran milisi yang berafiliasi dengan ISIS di Afghanistan, dan kami sedang memantau dengan cermat untuk melihat apakah kemunculan mereka akan memiliki dampak yang sangat berarti terhadap negara ini," kata seorang juru bicara Pentagon.
Seperti dikutip dari laman Metro, Minggu (6/12/2015), 1.600 militan ISIS telah masuk ke Afghanistan dan telah melancarkan serangan. Tidak hanya itu, mereka juga telah membentuk sebuah camp pelatihan di provinsi Nangarhar, Afghanistan.
ISIS tampaknya berusaha mengambil keuntungan dari melemahnya kekuatan kelompok Taliban. Kelompok ini tengah dilanda perpecahan pasca tewasnya sang pemimpin Mullah Omar. Keadaan Taliban semakin goyah setelah pemimpin mereka yang ditunjuk menggantikan Omar, Mullah Akhtar Mansour, dikabarkan tewas akibat luka tembak yang cukup parah.
Namun kabar ini dimentahkan setelah kelompok militan itu merilis sebuah rekaman audio suara dari Mullah Mansour.
Selain itu, penarikan pasukan Barat dari Afghanistan juga menjadi keuntungan sendiri bagi ISIS untuk menanamkan pengaruhnya di Afghanistan. Meski begitu, Amerika Serikat (AS) menyatakan tetap memberikan perhatian terhadap Afghanistan.
"Kami menyadari kehadiran milisi yang berafiliasi dengan ISIS di Afghanistan, dan kami sedang memantau dengan cermat untuk melihat apakah kemunculan mereka akan memiliki dampak yang sangat berarti terhadap negara ini," kata seorang juru bicara Pentagon.
(ian)