Taliban Akan Buktikan Mullah Mansour Masih Hidup
Jum'at, 04 Desember 2015 - 20:59 WIB
Taliban Akan Buktikan Mullah Mansour Masih Hidup
A
A
A
KABUL - Kelompok Taliban tampaknya gerah dengan kabar kematian pemimpin mereka, Mullah Akhtar Muhammad Mansour. Kelompok militan itu pun berjanji akan merilis rekaman suara untuk membuktikan jika pemimpin mereka masih hidup.
"Kami tengah berupaya mengirim orang untuk mendapatkan rekaman suara Emir guna menghindari kebingungan yang tumbuh dan meyakinkan orang-orang tentang kesehatannya," kata kepala juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid seperti dilansir dari New York Times, Jumat (4/11/2015).
Mujahid juga menyatakan, berita yang menyatakan Mullah Mansour tewas adalah laporan yang tidak berdasar dan sebuah propaganda. Menurutnya, pihak intelijen mencoba membuat bingung masyarakat.
Biasanya, kata Mujahid, Taliban tidak pernah melakukan tindakan ekstrim seperti merekam pernyataan Mullah Mansour untuk membantah kabar kematiannya yang beredar. Namun kali ini hal itu dipandang perlu untuk meyakinkan semua pihak.
"Sejak Emir berada di tempat yang jauh, kami harus sangat berhati-hati untuk memastikan keamanannya dan karena itulah membutuhkan waktu untuk menjangkau tempatnya. Meski begitu, kami mencoba untuk merekam suaranya dan akan merilisnya setelah mendapatkannya," tutur Mujahid.
Pemimpin Taliban, Mullah Akhtar Muhammad Mansour dikabarkan terluka parah dan kemudian tewas setelah tertembak dalam baku tembak dengan faksi-faksi Taliban yang memberontak terhadap kepemimpinannya dalam sebuah perundingan damai. (Baca juga: Afghanistan: Pemimpin Taliban Mullah Mansour Tewas)
"Kami tengah berupaya mengirim orang untuk mendapatkan rekaman suara Emir guna menghindari kebingungan yang tumbuh dan meyakinkan orang-orang tentang kesehatannya," kata kepala juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid seperti dilansir dari New York Times, Jumat (4/11/2015).
Mujahid juga menyatakan, berita yang menyatakan Mullah Mansour tewas adalah laporan yang tidak berdasar dan sebuah propaganda. Menurutnya, pihak intelijen mencoba membuat bingung masyarakat.
Biasanya, kata Mujahid, Taliban tidak pernah melakukan tindakan ekstrim seperti merekam pernyataan Mullah Mansour untuk membantah kabar kematiannya yang beredar. Namun kali ini hal itu dipandang perlu untuk meyakinkan semua pihak.
"Sejak Emir berada di tempat yang jauh, kami harus sangat berhati-hati untuk memastikan keamanannya dan karena itulah membutuhkan waktu untuk menjangkau tempatnya. Meski begitu, kami mencoba untuk merekam suaranya dan akan merilisnya setelah mendapatkannya," tutur Mujahid.
Pemimpin Taliban, Mullah Akhtar Muhammad Mansour dikabarkan terluka parah dan kemudian tewas setelah tertembak dalam baku tembak dengan faksi-faksi Taliban yang memberontak terhadap kepemimpinannya dalam sebuah perundingan damai. (Baca juga: Afghanistan: Pemimpin Taliban Mullah Mansour Tewas)
(ian)