Obama Akan Bahas Sejumlah Isu saat Bertemu Presiden China
Rabu, 16 September 2015 - 13:35 WIB
Obama Akan Bahas Sejumlah Isu saat Bertemu Presiden China
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) telah mengkonfirmasi kedatangan Presiden China, Xi Jinping pada bulan September ini. Mereka pun siap memberikan sambutan kenegaraan. Kunjungan Xi Jinping ini adalah kunjungan balasan setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama menyambangi China pada November tahun lalu.
"Ini akan menjadi kesempatan untuk memperluas hubungan kerjasama AS-China," kata juru bicara Gedung Putih seperti dikutip dari laman BBC, Rabu (16/9/2015).
Dalam pertemuan tersebut, Obama akan membawa sejumlah isu untuk dibahas bersama sejawatnya itu. Ada dua isu yang menjadi perhatian saat ini, yaitu permasalahan Laut China Selatan dan Laut China Timur, serta permasalahan spionase cyber.
China selama ini mengklaim wilayah Laut China Selatan dan Laut China Timur sebagai bagian dari wilayah terorialnya. Klaim ini terang saja menimbulkan permasalahan dengan sejumlah negara. Tidak hanya itu, China juga telah melakukan reklamasi di wilayah tersebut.
Permasalahan spionase cyber juga menjadi perhatian AS dan sempat memicu ketegangan ke dua negara. Pekan lalu Obama dengan tegas menyatakan bahwa aksi serangan cyber yang diduga oleh China tidak dapat diterima. Namun China berulang kali telah membantah keterlibatan mereka dalam permasalahan tersebut.
Selain itu, kunjungan ini juga datang di saat munculnya kekhawatiran tentang dampak global dari perlambatan ekonomi di China.
"Ini akan menjadi kesempatan untuk memperluas hubungan kerjasama AS-China," kata juru bicara Gedung Putih seperti dikutip dari laman BBC, Rabu (16/9/2015).
Dalam pertemuan tersebut, Obama akan membawa sejumlah isu untuk dibahas bersama sejawatnya itu. Ada dua isu yang menjadi perhatian saat ini, yaitu permasalahan Laut China Selatan dan Laut China Timur, serta permasalahan spionase cyber.
China selama ini mengklaim wilayah Laut China Selatan dan Laut China Timur sebagai bagian dari wilayah terorialnya. Klaim ini terang saja menimbulkan permasalahan dengan sejumlah negara. Tidak hanya itu, China juga telah melakukan reklamasi di wilayah tersebut.
Permasalahan spionase cyber juga menjadi perhatian AS dan sempat memicu ketegangan ke dua negara. Pekan lalu Obama dengan tegas menyatakan bahwa aksi serangan cyber yang diduga oleh China tidak dapat diterima. Namun China berulang kali telah membantah keterlibatan mereka dalam permasalahan tersebut.
Selain itu, kunjungan ini juga datang di saat munculnya kekhawatiran tentang dampak global dari perlambatan ekonomi di China.
(esn)