Dewan Desa di India Sangkal Hukum 2 Gadis dengan Diperkosa

Kamis, 03 September 2015 - 13:54 WIB
Dewan Desa di India...
Dewan Desa di India Sangkal Hukum 2 Gadis dengan Diperkosa
A A A
NEW DELHI - Dewan desa di wilayah Bagphat, India utara, menyangkal memerintahkan hukuman terhadap dua gadis dengan cara diperkosa sebagai balasan atas kakak mereka yang kawin lari dengan wanita dari kasta tinggi.

Dewan desa itu telah dikecam masyarakat internasional gara-gara pemberitaan tentang nasib dua gadis itu. Dewan desa itu merasa tidak memerintahkan penjatuhan hukuman dengan cara memerkosa kedua gadis berusia 23 tahun dan 15 tahun tersebut.

Sebelumnya, salah satu dari dua gadis India itu, Meenakshi Kumari, 23, menceritakan peristiwa memalukan yang dialami dia dan adiknya. Dia beberapa hari lalu, bahkan mengaku masih ketakutan jika pulang ke desanya, karena dia yakin kelompok kasta Jat akan balas dendam pada mereka atas tindakan kawin lari yang dilakukan kakaknya. (Baca: Dua Gadis India Dihukum dengan Diperkosa dan Diarak Telanjang)

Anehnya, anggota keluarga kedua gadis itu kini ragu jika dewan desa mengeluarkan perintah hukuman seperti itu. Polisi setempat juga menyangkal kejadian tersebut.

Laporan tentang hukuman “menjijikkan” di India itu awalnya diungkap Amnesty International. Menurut laporan itu, hukuman dijatuhkan setelah kakak kedua gadis itu, Ravi dari kasta rendah Dalit kawin lari dengan wanita bersuami dari kasta Jat bernama Krishna.

Laporan Amnesty itulah yang memicu petisi untuk membela kedua gadis India tersebut. Di Inggris, lebih dari 260 ribu orang tanda tangan untuk menyerukan agar kedua gadis itu dilindungi.

Kini, ayah kedua gadis itu justru menganggap informasi yang diungkap Amnesty hanya gossip. ”Itu semua desas-desus, kita tidak tahu apakah ini benar-benar terjadi,” kata Dharam Pal Singh, 55, ayah kedua gadis yang juga seorang pensiunan tentara India. ”Kami mendengar itu dari desa lain.” (Baca juga: Dua Gadis India Dihukum dengan Diperkosa Masih Ketakutan)

Kendati demikian, Rahul Tyagi, pengacara yang membawa kasus ini ke Mahkamah Agung India mengklaim memiliki bukti dokumenter bahwa kasus itu benar-benar terjadi. Hanya saja, dia mengaku tidak pernah mengunjungi desa atau berbicara dengan setiap anggota dewan desa yang dituduh mengeluarkan hukuman pemerkosaan terhadap kedua gadis itu. ”Kami memiliki bukti dokumenter untuk sembilan dari 10 hal dalam kasus ini," katanya.

Wartawan lokal telah mewawancarai lebih dari 20 orang yang terlibat dalam insiden tersebut di Desa Sankrod, di Distrik Baghpat. Wilayah yang bisa ditempuh satu jam dengan kedaraan dari New Delhi. Rumah-rumah di desa itu rata-rata berupa bangunan beton dan dikepung kebun jagung dan tebu.

Dari wawancara itu, ada banyak perbedaan dari penuturan keluarga para gadis dan wanita yang sudah menikah, anggota dewan desa, pengacara yang menyusun petisi ke Mahkamah Agung, dan para pejabat polisi setempat.

Namun,tapi tidak ada yang mengatakan bahwa mereka memiliki bukti bahwa dewan desa telah menjatuhkan hukuman pemerkosaan terhadap kedua gadis itu.

”Berapa kali saya harus memberitahu Anda bahwa tidak ada pertemuan,” kata Bala Devi, 55, yang telah menjabat sebagai anggota dewan desa selama lima tahun terakhir. "Kami menghabiskan waktu, kami membahas hal-hal duniawi seperti memperbaiki jalan atau pompa air,” ujarnya menyangkal adanya hukuman kepada kedua gadis tersebut, seperti dikutip Reuters, Kamis (3/9/2015).
(mas)
Berita Terkait
Banjir Lumpur Kubur...
Banjir Lumpur Kubur Truk di Sikkim India, 100 Warga Hilang
Banjir Terjang India,...
Banjir Terjang India, Lebih dari 60 Orang Tewas
Ritual Magh Mela, Pemandian...
Ritual Magh Mela, Pemandian Suci untuk Penebusan Dosa Bagi Umat Hindu di India
Jelang Hari Republik,...
Jelang Hari Republik, Tentara India Gelar Latihan Parade di New Delhi
Bukan Pesawat AS atau...
Bukan Pesawat AS atau Rusia, India Akhirnya Setujui Pembelian Jet Tempur Senilai Rp123 Triliun
Longsor di Manipur India,...
Longsor di Manipur India, Belasan Orang Tewas
Berita Terkini
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
14 menit yang lalu
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
55 menit yang lalu
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
1 jam yang lalu
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
1 jam yang lalu
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
1 jam yang lalu
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
2 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved