Pentagon Sesumbar Kim Jong-un Tak Bisa Kalahkan AS dan Korsel

Rabu, 02 September 2015 - 15:47 WIB
Pentagon Sesumbar Kim...
Pentagon Sesumbar Kim Jong-un Tak Bisa Kalahkan AS dan Korsel
A A A
WASHINGTON - Kepala Pentagon atau Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Ashton Carter, sesumbar dengan memperingatkan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, bahwa dia tak bisa mengalahkan AS dan Korea Selatan.

Carter bahkan menegaskan bahwa Kim Jong-un tidak akan memiliki kesempatan untuk melawan AS dan sekutunya itu. Komentar Carter itu muncul setelah kedua Korea berdamai pekan lalu untuk mencegah perang di Semenanjung Korea.

”Kita perlu memastikan bahwa Korut selalu memahami jika setiap provokasi dengan mereka akan ditangani, dan mereka tidak memiliki peluang untuk mengalahkan kami dan sekutu kami, Korea Selatan,” katanya dalam siaran televisi, seperti dikutip Telegraph.

Carter mengibaratkan ketegangan terbaru di Semenanjung Korea pekan lalu hanya sebagai “debu”. Apa yang dilakukan Korut, kata dia, adalah tindakan serba salah.

”Korea adalah salah satu dari berbagao tempat-tempat yang merupakan kotak pupuk,” katanya. ”Ini mungkin tempat tunggal di dunia, di mana perang bisa meletus di jari-jari kita,” lanjut Carter.

Sementara itu, Pemerintah Korut pada hari ini (2/9/2015) meradang setelah Korea Selatan (Korsel) mengklaim sebagai pemenang konfrontasi dua Korea yang berakhir dengan kesepakatan damai. Pyongyang menyebut klaim Seoul itu sebagai sikap pengecut. (Baca: Korsel Klaim Menang Konfrontasi, Korut Meradang)

Korut mendesak Korsel bijaksana dalam menggunakan kata-kata dan perbuatan. Terlebih, Presiden Korsel, Park Geun-hyu, telah menyetujui kesepakatan damai dua Korea. Namun, media-media Seoul menulis bahwa Korsel pemenang konfrontasi dua Korea, di mana kesepakatan damai itu sebagai pelajaran terhadap sikap keras Pyongyang.

Komisi Pertahanan Nasional Korut (NDC) menolak klaim "pemenang konfrontasi" itu. ”Tidak ada yang lebih dangkal dan pengecut daripada menggambarkan pernyataan bersama yang disepakati oleh Korut dan Korsel yang kemudian (diklaim) sebagai sebuah kemenangan untuk satu pihak,” bunyi pernyataan NDC yang dikutip kantor berta KCNA
(mas)
Berita Terkait
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Rusia-Korea Utara Mesra,...
Rusia-Korea Utara Mesra, AS, Korea Selatan, Jepang Waswas
Korea Utara Bersiap...
Korea Utara Bersiap Ledakkan Jalan-jalan Menuju Korea Selatan
AS Bersumpah Bela Korea...
AS Bersumpah Bela Korea Selatan Jika Terjadi Agresi Korea Utara
Anaknya Ditahan Korut,...
Anaknya Ditahan Korut, Ini Curhat Ibu Tentara AS
Berita Terkini
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
28 menit yang lalu
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
2 jam yang lalu
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
5 jam yang lalu
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
6 jam yang lalu
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
10 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
11 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved