Soal Pencabutan Sanksi untuk Iran, Obama Galau

Jum'at, 24 Juli 2015 - 17:12 WIB
Soal Pencabutan Sanksi...
Soal Pencabutan Sanksi untuk Iran, Obama Galau
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama nampaknya sedang bimbang mengenai rencana pencabutan sanksi untuk Iran. Pencabutan sanksi merupakan bagian dari kesepakatan nuklir antara Iran dan enam negara kekuatan dunia, kesepakatan yang dibela habis-habisan oleh Obama dalam beberapa hari terakhir.

Dalam sebuah wawancara dengan BBC, seperti dilansir Jpost pada Jumat (24/7/2015), Obama takut jika sanksi ekonomi pada Iran dicabut sepenuhnya, maka negara tersebut memiliki kekuatan finansial untuk mendanai aksi terorisme. Namun, jika dirinya menolak pencabutan sanksi tersebut, maka dirinya akan melanggar kesepakatan dan juga melanggar Resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB mengenai kesepakatan nuklir tersebut.

"Kita telah melihat bahwa bahkan di saat kesusahan, Iran mampu mengalokasikan sumber daya dalam apa yang dilihatnya sebagai prioritas strategis," kata Obama dalam wawancara tersebut.

Di kesempatan yang sama, Obama menegaskan jika Iran tidak bisa merubah sikap mereka, dan tetap mendanai aksi terorisme. Maka, lanjut Obama AS tidak akan segan-segan untuk melakukan serangan ke tetangga Irak tersebut.

"Kami telah mengirim pesan yang jelas kepada Iran, meskipuan kami telah bersepakat, kami tetap tidak menutup semua opsi yang ada. Saya berharap bahwa akan ada solusi yang bisa dicapai melalui jalur diplomasi, tetapi jika perlu, ada juga opsi militer," sambungnya.

Namun, seperti diberitakan sebelumnya AS sejatinya tidak memiliki hak untuk melakukan serangan ke Iran, apapun yang terjadi. Hal tersebut diutarakan oleh Presiden Dewan Kebijakan Timur Tengah Emeritus Charles Freeman.

"Tampaknya aneh untuk mengatakan begitu, tapi kita tidak berhak untuk menggunakan kekuatan terhadap Iran. Di bawah hukum internasional, kita tidak punya hak seperti itu. Ini akan menjadi pelanggaran mengerikan terhadap hukum internasional dan sikap saling menghormati, sebuah hal yang tidak bisa kita bayangakan," kata Freeman.
(esn)
Berita Terkait
Iran Umumkan Perundingan...
Iran Umumkan Perundingan Nuklir dengan Rusia dan China
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Trump Surati Pemimpin...
Trump Surati Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei, Desak Perundingan Nuklir
Iran Siap Pertukaran...
Iran Siap Pertukaran Seluruh Tahanan dengan Amerika Serikat
Video Bocor, Biden Akui...
Video Bocor, Biden Akui Kesepakatan Nuklir Iran Mati Meski Perundingan Berlanjut
Oman bisa Jadi Penengah...
Oman bisa Jadi Penengah Perundingan Nuklir Baru Iran dan AS
Berita Terkini
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
12 menit yang lalu
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
1 jam yang lalu
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
5 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
6 jam yang lalu
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
6 jam yang lalu
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
7 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved