Asia Pasifik

Rebut Zamboanga, tentara Filipina & MNLF masih perang

Rabu,  18 September 2013  −  14:09 WIB
Rebut Zamboanga, tentara Filipina & MNLF masih perang
Tentara Filipina mengawal pembebasan warga dari MNLF (Reuters)

Sindonews.com – Pasukan Filipina pada Rabu (18/9/2013), mengklaim telah merebut 70 persen wilayah Zamboanga yang diduduki gerilyawan Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF). Namun, kedua kubu masih baku tembak, pada pertempuran yang telah memasuki hari ke-10.

Sementara itu, Kepala Polisi Kota Zamboanga, Jose Chiquito Malayo dan tiga anak buahnya yang sebelumnya ditodong senjata dan diculik, juga telah dibebaskan. Selain itu, ratusan warga yang disandera gerilyawan MNLF juga berhasil melarikan diri.

Seperti dikutip Reuters, para saksi mata mengatakan, pertempuran kedua kubu masih berlangsung di jalanan, di Filipina selatan. Militer Filipina mengklaim telah menewaskan lebih dari 100 pemberotak MNLF. Mereka telah merebut kembali Santa Barbara, dan Santa Catalina di pusat Zamboanga.

Menteri Dalam Negeri Filipina, Mar Roxas, mengatakan, pejabat polisi senior, Jose Chiquito Malayo, dan tiga anak buahnya sudah bebas. ”Ketika mencoba untuk meyakinkan mereka agar menyerah, ia (Malayo) ditahan atau disandera, tapi dia terus meyakinkan mereka sampai ia berhasil,” kata Roxas.

Presiden Filipina, Benigno Aquino III telah berada di Zamboanga sejak Jumat pekan lalu, untuk mengawasi penanganan krisis keamanan terburuk di pemerintahannya, sejak dia berkuasa tahun 2010.

Para pemberontak, yang dipimpin oleh Nur Misuari, pernah menandatangani perjanjian damai pada tahun 1996. Tetapi, para gerilyawan tidak meletakkan senjata mereka dan kemudian menuduh pemerintah mengingkari janji untuk mengembangkan wilayah muslim lama di wilayah selatan.


(esn)

views: 3.124x
shadow