Amerika

Jenderal AS: Ikut perang di Suriah bisa habis miliaran dolar

Selasa,  23 Juli 2013  −  13:25 WIB
Jenderal AS: Ikut perang di Suriah bisa habis miliaran dolar
Kepala Staf Gabungan Militer AS, Jenderal Martin Dempsey (Istimewa)

Sindonews.com - Kepala Staf Gabungan Militer AS, Jenderal Martin Dempsey, menguraikan dampak buruk jika AS memilih opsi ikut berperang di Suriah. Salah satu dampak buruk itu adalah beban material yang bisa menguras keuangan AS hingga miliaran dolar AS.
 
Dempsey mengatakan, ikut menggunakan cara kekerasan di Suriah, tak ubahnya seperti ikut berperang. Menurutnya, sejauh ini Washington memilih untuk mengesampingkan intervensi militer di Suriah.
 
Ia mengklaim, AS hanya berperan dalam pemberian bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Suriah di negara-negara tetangga, dan menyediakan bantuan non-mematikan kepada oposisi Suriah.
 
Risiko ikut berperang di Suriah itu, seperti dikutip Time Selasa (23/7/2013), disampaikan Dempsey dalam sebuah surat terbuka kepada senator AS. Ia menganalisis lima opsi militer dan risiko yang harus ditanggung AS jika ikut perang di Suriah.
 
Jika nekat memilih opsi perang, Dempsey memperkirakan akan menelan biaya sekitar USD500 juta per tahun. Sedangkan untuk opsi militer lainnya, akan menghabiskan USD1 miliar per bulan. ”Keputusan untuk menggunakan kekuatan tidak kurang dari tindakan perang,” tulis Dempsey dalam surat itu.

Ia mengakui, bahwa tindakan AS bertujuan untuk memperkuat oposisi guna menekan Presiden Bashar al-Assad. Tapi ia memperingatkan AS, untuk belajar dari tindakan intervensi militer sebelumnya, seperti yang dilakukan di Afghanistan dan Irak.

”Kami telah belajar dari 10 tahun terakhir, bagaimanapun,  tidak cukup untuk mengubah kekuatan militer agar seimbang tanpa pertimbangan yang cermat,” ujarnya.
 
Data versi PBB sudah lebih dari 90 ribu orang terbunuh dalam perang di Suriah sejak 2011. Sebanyak 1,7 juta telah dipaksa untuk mengungsi ke negara-negara tetangga.


(esn)

views: 2.795x
Bagikan artikel ini :
shadow