Timur Tengah

Badan Kemanusiaan PBB desak Israel cabut pembatasan atas Gaza

Kamis,  4 Juli 2013  −  15:48 WIB
Badan Kemanusiaan PBB desak Israel cabut pembatasan atas Gaza
(istimewa)

Sindonews.com - James Rawley, Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Gaza mendesak Pemerintah Israel agar mencabut pembatasan terhadap kebebasan pergerakan orang dan barang di Gaza, Rabu (4/7/2013). Desakan itu datang setelah dia memimpin sejumlah lembaga kemanusiaan berkunjung ke Gaza untuk memperlajari dampak awal atas pembatasan itu.

"Dampak kumulatif atas pembatasan Israel selama lebih dari satu dekade telah menghancurkan mata pencaharian banyak keluarga di Gaza," ungkap Rawley. 

"Pembatasan ini sangat berdampak pada keluarga miskin di Gaza. Mereka menghambat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan ketergantungan akan kebutuhan bantuan kemanusiaan," tutur Rawley dalam rilis laporan hasil kunjungannya ke Gaza.

Sebelumnya, kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) merilis laporan terbaru tentang kondisi masyarakat di Gaza. Dikatakan, pembatasan itu terus merusak kondisi kehidupan 1,7 juta warga. Tercatat, 57 persen warga tidak punya uang untuk membeli makanan, sementara 80 persen keluarga hidup bergantung pada bantuan kemanusiaan.

Menurut Rawley, warga Palestina di Jalur Gaza punya kapasitas untuk mengembangkan komunitas dan membangun ekonomi lokal yang berkelanjutan. "Tapi, hal itu hanya akan terjadi jika Isreal mencabut pembatasan jangka panjang di Gaza," terang Rawley.

Israel sempat menarik pasukannya dari wilayah pemukiman di Jalur Gaza pada 2005 lalu. Setahun kemudian, Israel kembali memberlakukan pembatasan ekonomi di Gaza, setelah gerakan Islam Hamas memenangkan pemilihan parlemen dan menculik seorang tentara Israel dalam serangan lintas-perbatasan.


(esn)

views: 736x
shadow