Afrika

Demo di Mesir, markas Ikhwanul Muslimin diobrak-abrik

Senin,  1 Juli 2013  −  18:33 WIB
Demo di Mesir, markas Ikhwanul Muslimin diobrak-abrik
Demonstrasi di Mesir (Reuters)

Sindonews.com – Markas kelompok berkuasa di Mesir, Ikhwanul Muslimin, diserbu dan diobrak-abrik oleh pemuda, dalam demonstrasi besar yang melanda neger itu, Senin (1/7/2013). Markas itu jadi sasaran demonstran penentang Presiden Mohamed Morsi, menyusul tewasnya delapan orang dalam demonstrasi.
 
Sebelum markas diobrak-abrik, para penghuni di dalamnya dievakuasi. Demonstrasi besar sejak Minggu (30/6/2013), untuk menggulingkan Presiden Morsi berlanjut hingga malam. Penjaga markas Ikhwanul Muslimin, menembaki pemuda yang melemparkan bom molotov dan batu ke markas tersebut.
 
Seorang juru bicara Ikhwanul Muslimin, menyalahkan tindakan kekerasan itu. Ia menyebut para pelakunya sebagai preman, dan menuntut jawaban dari polisi yang gagal melindungi kelompoknya.
”Dua orang terluka dalam kebakaran di markas, sebelum pihak aparat keamanan mengevakuasi semua penghuni markas saat menjelang Senin pagi,” tulis Reuters, mengutip pernyataan juru bicara tersebut.
 
Kekerasan itu semakin menambah derita kelompok Ikhwanul yang lama tertindas di era kepemimpinan Hosni Mubarak. Kini mereka menghadapi pengepungan politik sejak Morsi terpilih sebagai Presiden Mesir setahun lalu. Morsi dan kelompoknya tersebut jadi bulan-bulanan kesalahan setelah Mesir terpuruk yang ditandai dengan susahnya rakyat Mesir mendapatkan minyak dan gas.
 
Sumber keamanan dan medis, mengatakan kepada Reuters, bahwa setidaknya delapan orang tewas dalam konflik bersaudara di Mesir tersebut. Versi sumber medis, jumlah korban luka mencapai 100 orang, sedangkan versi sumber keamanan, jumlah korban luka mencapai 781 orang.


(esn)

views: 1.357x
shadow