Afrika

Bentrok dengan demonstran bersenjata, 3 tentara Libya tewas

Sabtu,  15 Juni 2013  −  13:52 WIB
Bentrok dengan demonstran bersenjata, 3 tentara Libya tewas
Suasana pasca-bentrok di Libya (Reuters)

Sindonews.com - Setidaknya tiga tentara tewas ketika pasukan khusus bentrok dengan aktivis bersenjata di kota pelabuhan timur Benghazi, Sabtu (15/6/2013) pagi. Demikian laporan pihak tentara Libya.
 
Pemimpin Interim Tentara Libya memperingatkan bahaya pertumpahan darah lagi setelah bentrok pada Minggu pekan lalu insiden serupa menewaskan lebih dari 30 orang.
 
Pada pukul 4.00 waktu setempat atau pukul 02.00 waktu GMT, tembakan dan ledakan terdengar di dekat markas pasukan khusus, tidak jauh dari pusat kota. Demikian dilaporkan AFP mengutip beberapa saksi kejadian.
 
Pada akun Facebook-nya, pasukan khusus mengatakan anggotanya baku tembak dengan kelompok "penjahat", dan mengkonfirmasi jika dua dari pejuangnya terluka. Mereka juga mengunggah foto-foto tiga anggotanya yang ditembak mati saat bentrokan.  ”(Mereka) yang membela legitimasi negara dengan keberanian dan kehormatan,” tulis pihak pasukan khusus dalam akun jejaring sosialnya itu.
 
Kepala Interim Militer Libya, Salem al-Konidi, mengatakan dia tidak tahu siapa yang meluncurkan serangan, termasuk motifnya. Konidi adalah pengganti sementara kepala sebelumnya, Yusef al-Mangoush, yang mengundurkan diri hari Minggu lalu, sehari setelah pertempuran di Bengazhi menewaskan 30 orang dan menyebabkan puluhan lainnya terluka.
 
Dia memimpin pasukan khusus di bawah kritikan tajam, karena gagal membentuk tentara nasional untuk menghadapi perlawanan dari milisi. Dalam aksi kekerasan pekan lalu, demonstran bersenjata menyerang Brigade ”Perisai Libya” di barak tersebut.
 


(esn)

views: 1.245x
shadow