Eropa

Rusia tuntut transparansi mandat NATO di Afghanistan pasca 2014

Selasa,  14 Mei 2013  −  21:09 WIB
Rusia tuntut transparansi mandat NATO di Afghanistan pasca 2014
Pasukan NATO di Afghansitan

Sindonews.com – Rusia menuntut transparansi penuh untuk mandat NATO di Afghanistan pasca 2014. Demikian dinyatakan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Gennady Gatilov, dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Selasa (14/5/2013).
 
"Kami menekankan perlunya Dewan Keamanan (DK) PBB untuk menginformasikan secara teratur tentang rencana NATO soal operasi masa depan di Afghanistan," kata Gatilov kepada kantor berita Interfax.
 
Menurutnya, harus dijelaskan ukuran dan tujuan operasi yang harus disetujui oleh DK PBB. "Dalam kasus di mana mandat dari operasi NATO di Afghanistan yang berikutnya, setelah 2014, tidak disetujui oleh DK PBB, bisa menciptakan hambatan kerjasama lebih lanjut Rusia dengan NATO," kata Gatilov.
 
Dipimpin NATO, Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) yang akan ditarik dari Afghanistan pada akhir 2014. Gatilov menyoroti kekhawatiran Moskow atas apa yang akan terjadi di Afghanistan setelah penarikan ISAF.
 
"Kami mencatat aktivasi oposisi bersenjata di daerah, di mana tanggung jawab diambil alih oleh otoritas lokal)," katanya. Ia menambahkan, pasukan pemerintah Afghanistan harus meningkatkan kemampuan tempur mereka.


(esn)

views: 900x
Bagikan artikel ini :
shadow