Asia Pasifik

RI-Australia perkuat pertahanan

Kamis,  6 September 2012  −  10:36 WIB
RI-Australia perkuat pertahanan
Istimewa

Sindonews.com - Indonesia dan Australia menandatangani kerangka kerja sama keamanan dan pertahanan, termasuk mengenai industri pertahanan. Kedua negara akan saling mengisi kebutuhan industri pertahanan.

Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro mengatakan, penandatanganan ini merupakan puncak dari kerjasama yang dilakukan Indonesia dan Australia di bidang pertahanan. Hubungan yang baik ini, kata dia, akan terus dijaga demi kepentingan kedua negara.
 
Diketahui Indonesia dan Australia telah melakukan pertemuan bilateral sejak Selasa (4/9) hingga lahirlah kesepakatan kerja sama ini.

”Pertemuan ini merupakan langkah yang sangat penting bagi kemajuan kerja sama industri pertahanan kedua negara,” ujarnya di Jakarta kemarin.
 
Hadir dalam pertemuan itu Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin,Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kemhan Pos M Hutabarat, dan tim dari Komite Kebijakan Industri Pertahanan.

Adapun dari pihak Australia hadir Menteri Pertahanan Australia Stephen Smith, Menteri Urusan Material Pertahanan, Dalam Negeri, dan Hukum Jason Dean Clare, Sekjen Departemen Pertahanan Australia Ducan Edward Lewis, serta sejumlah pejabat Departemen Pertahanan Australia.
 
Dalam kerja sama itu kedua negara akan memetakan potensi industri pertahanan masing- masing sehingga nantinya bisa dilakukan sharingproduk.

Sejauh ini potensi industri pertahanan Indonesia yang lebih unggul dibandingkan Australia adalah produk-produk non alat utama sistem senjata (alutsista), misalnya seragam militer. Industri tekstil Indonesia selama ini memang banyak memasok seragam militer berbagai negara di dunia, salah satunya Jerman.
 
Menteri Pertahanan Australia Francis Smith menuturkan, kedua negara sepakat untuk bekerja sama lebih erat dalam bidang kontraterorisme, bantuan kemanusiaan dan pemulihan bencana, keamanan maritim, serta berbagi informasi intelijen.

Selain itu industri pertahanan, pendidikan, dan pelatihan bidang militer. ”Perjanjian ini menjadi kerangka dasar untuk kerja sama praktis di semua bidang tersebut,” ujar Smith.
 
Menristek Gusti Muhammad Hatta menambahkan,kerja sama ini akan ditindaklanjuti dengan pembicaraan pada tingkat bisnis dan pejabat senior untuk menjajaki hal-hal yang dapat diwujudkan ini secara konkret. Akan ada working group yang membahas perihal kerja sama industri pertahanan kedua negara.


(rik)

views: 1.541x
shadow