Sektor Riil

Ekspor Indonesia ke AS terancam lesu

Arif Budianto

Jum'at,  4 Oktober 2013  −  17:28 WIB
Ekspor Indonesia ke AS terancam lesu
ilustrasi/ist

Sindonews.com - Kinerja ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS) terancam lesu, menyusul keputusan penghentian sementara (shutdown) pemerintahan AS.

Kebijakan politis tersebut dikhawatirkan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat terhadap produk impor. Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar, Deddy Widjaya mengatakan, pengusaha di Jabar mengaku resah atas kondisi ekonomi di AS.

Dia mengatakan, bahwa kebijakan keputusan shutdown terhadap pelayanan pemerintahan dikhawatirkan dapat menurunkan konsumsi produk impor rakyat Amerika.
 
"Perdagangan luar negeri eskpor-impor akan tekena dampaknya. Kami khawatir akan merembet ke Indonesia," kata Deddy di Bandung, Jumat (4/10/2013).

Menurut dia, Amerika Serikat merupakan negara tujuan utama eskpor Indonesia. Jawa Barat termasuk provinsi yang menyumbang ekspor terbesar ke Amerika.
 
Penurunan konsumsi masyarakat AS terhadap produk impor, dikhawatirkan membuat buyer menunda pemesanan barang dari Indonesia. Situasi tersebut, lanjut Deddy, sangat tidak menguntungkan bagi para pelaku usaha yang berorientasi ekspor.
 
Pihaknya mengkhawatirkan, kinerja ekspor Jawa Barat melambat akibat kebijakan politik AS. Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan produk utama ekspor ke AS.

Sementara, hampir 70 persen industri TPT nasional ada di Jawa Barat. Belum lagi industri alas kaki, produk elektronik, furnitur, serta komoditi holtikultura.

 

(izz)

shadow