Jagad Jungkir Balik

Ditemukan selamat, bayi yang dibuang ke saluran toilet di China

Yesi Syelvia

Selasa,  28 Mei 2013  −  20:27 WIB
Ditemukan selamat, bayi yang dibuang ke saluran toilet di China
Bayi malang yang selamat dari maut (Istimewa)

Sindonews.com - Seorang bayi laki-laki lolos dari maut, meski telah dibuang ke dalam saluran toilet di dalam sebuah apartemen di China. Demikian dilaporkan hangzhou.com, Selasa (28/5/2013).

"Untungnya bayi itu selamat. Tapi, orang yang meninggalkan bayi laki-laki dengan cara seperti itu masih dicurigai berupaya melakukan percobaan pembunuhan," ungkap seorang perwira polisi China yang enggan disebutkan namanya. 

Keberadaan bayi malang itu diketahui, setelah seorang warga Jinhua, wilayah timur Provinsi Zhejiang melaporkan ada tangisan bayi kepada petugas pemadam kebakaran dalam apartemen itu. Menurut penghuni apartemen itu, sumber tangisan bayi itu berasal dari WC jongkok di lantai empat gedung apartemen tersebut. 

Langkah awal petugas pemadam kebakaran untuk menarik bayi malang itu keluar dari saluran WC gagal. Kemudian, petugas pemadam kebakaran memutuskan untuk menggergaji saluran pembuangan dengan diameter 10 cm tersebut. Bayi malang seberat 2,3 kg itu akhirnya berhasil diselamatkan.

Petugas pemadam kebakaran dan dokter menghabiskan waktu hampir satu jam untuk mengeluarkan bayi malang itu dari dalam saluran yang dipotong itu. Setelah memotong bagian pipa tersebut sedikit demi sedikit dengan menggunakan tang dan gergaji, bayi yang masih terbungkus palsenta itu akhirnya pulih seperti bayi yang baru dilahirkan.
 
Bayi itu lahir dalam kondisi yang kurang sehat, dia mengalami luka fisik di bagian wajah dan beberapa anggota badan, sementara denyut jantungnya juga lemah. Hingga akhirnya tim media memasukan bayi itu ke dalam inkubator.

Saat ini polisi sedang melakukan penyelidikan dan mencari tahu siapa orang tua bayi malang yang tega mencoba membunuh anaknya itu.

Tradisi keluarga di China biasanya memilih jenis kelamin anak, beberapa bayi yang lahir di luar nikah kerap dibiarkan begitu saja karena tekanan sosial dan himpitan biaya keuangan. Selain itu, pemerintah China juga menjatuhkan sanksi sangat berat bagi pasangan yang memiliki anak lebih dari satu orang.

 

(esn)

shadow