Eropa

Rusia tidak berencana pasok sistem pertahan rudal baru ke Suriah

Yesi Syelvia

Sabtu,  11 Mei 2013  −  16:59 WIB
Rusia tidak berencana pasok sistem pertahan rudal baru ke Suriah
Sistem pertahanan udara S-300 (istimewa)

Sindonews.com - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyangkal spekulasi bahwa Moskow akan menjual sistem pertahanan udara  S-300 ke Damaskus. Bantahan tersebut datang setelah Gedung Putih mendesak Rusia untuk tidak menjual senjata ke Suriah, karena langkah itu dinilai sangat mendestabilisasi wilayah itu.

Pemerintah Rusia mengaku tidak berencana untuk memasok senjata di luar kontak yang telah disepakati dengan pemerintah Suriah, di mana kontrak tersebut saat ini sudah hampir berakhir. 

"Rusia tidak berencana untuk menjual," kata Lavrov kepada wartawan saat dikonfirmasi tentang kabar penjualan S-300.

Lavrov lantas menekankan, Rusia hanya telah memenuhi isi kontrak yang telah ditandatangani dengan Suriah untuk pembelian senjata defensif. 

Dia kemudian menegaskan, bahwa Rusia tidak berencana untuk menandatangani kontrak militer lebih lanjut dengan pemerintah Suriah, apa yang dilakukan untuk menghormati kontrak yang lama, kebanyakan kesepakatan itu ditandatangani pada era Soviet.

Sebelumnya, pada April lalu Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, Rusia hanya memasok senjata kepada rezim pemerintah yang sah. Hal ini, tidak dilarang dalam hukum internasional.

 

(esn)

shadow