Amerika

Rancang serangan ke Pentagon, Ferdaus dipenjara 17 tahun

Esnoe Faqih Wardhana

Jum'at,  2 November 2012  −  16:37 WIB
Rancang serangan ke Pentagon, Ferdaus dipenjara 17 tahun
Rezwan Ferdaus (nycaviation.com)

Sindonews.com – Pengadilan Federal Amerika Serikat (AS) menjatuhkan vonis penjara 17 tahun bagi Rezwan Ferdaus (27). Sarjana fisika lulusan Northeastern University, Boston, ini dituding berencana meledakan Pentagon dan Kantor Kongres AS di Washington DC dengan menggunakan pesawat remote kontrol yang bermuatan bahan peledak.

"Dia ingin menghancurkan pusat militer AS, meneror AS, dan membunuh orang sebanyak mungkin," kata Stephanie B. Siegmann, Jaksa Penuntut yang menangani kasus ini, seperti dikutip dari BBC.co.uk, Jumat (2/11/201). Menurutnya, Ferdaus telah melakukan transaksi dengan agen yang menyamar, untuk mendapatkan pesawat remote kontrol dan sejumlah bahan peledak.

Ia juga dituduh merancang dan membangun mekanisme untuk meledakan bom rakitan yang akan dipicu oleh telepon seluler. Ferdaus kemudian memberikan 12 bom rakitan ini pada para agen FBI yang tengah menyamar. Ferdaus mengira, agen FBI ini adalah anggota al-Qaeda.

Ferdaus sendiri pada Juli lalu telah mengaku bersalah atas tuduhan berusaha merusak dan menghancurkan bangunan federal dengan bahan peledak. Ia juga mengaku bersalah telah memberikan dukungan material pada teroris.

Putusan ini mengejutkan keluarga Ferdaus yang tinggal di Ashland, Mass, sebuah daerah pinggiran kelas atas di sebelah Barat Boston. “Anak saya tidak bersalah, ia dijebak,” kata Anamaria Ferdaus, Ibunda Ferdaus. Ia langsung menangis setelah vonis 17 tahun dijatuhkan pada anaknya. Menurut Anamaria, anaknya itu menderita sakit jiwa dan dijebak oleh agen pemerintah.

Pengacara Ferdaus, Miriam Conrad telah meminta pengadilan untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi mental kliennya. Ia juga mempertanyakan proses penangkapan Ferdaus. Menurutnya, Ferdaus justru didorong untuk melakukan tindakan itu oleh agen pemerintah.

"Kami terus mempertanyakan, apakah upaya pemerintah dalam kasus ini dan kasus lainnya akan efektif untuk memerangi terorisme," ujar Conrad. Namun, Jaksa Penuntut mengaku, agen FBI telah berkali-kali memberi kesempatan pada Ferdaus untuk mengurungkan niatnya. Tapi, Ferdaus tetap menjalankan rencananya itu.




(esn)

views: 832x
shadow