Jagad Jungkir Balik

Spektakuler, sebuah planet mengelilingi 4 matahari

Spektakuler, sebuah planet mengelilingi 4 matahari
Ilustrasi PH1 oleh Universitas Yale, AS (AFP)

Sindonews.com - Sekelompok ahli astronomi internasional baik profesional maupun amatir di Amerika Serikat (AS) menemukan sebuah fenomena luar biasa di alam semesta, mereka telah menemukan sebuah planet yang disinari empat buah matahari, Senin (15/10/2012).
 
"PH1" itu lah nama bagi Planet yang terletak 5000 tahun cahaya dari bumi ini. Nama ini dipilih untuk menghormati Kian Jek dan Robert Gagliano, warga negara AS dan juga anggota Planet Hunters yang pertama kali menyadari keberadaan PH1.
 
Keduanya adalah para pemburu planet yang mengikuti sebuah program pencarian tanda-tanda keberadaan sebuah planet baru di tata surya yang digelar oleh Universitas Yale, AS.
 
Perdasarkan hasil pengamatan para astronom, PH1 mengorbit (mengitari) pada dua matahari dan ada saatnya PH1 mengorbit sepasang bintang lain yang terletak lebih jauh. Para astronom mengatakan, sebelumnya hanya ada 6 planet yang mengorbit pada dua bintang. Namun, tidak ada planet yang mengorbit pada bintang lain yang jaraknya lebih jauh. 
 
"Planet circumbinary (planet yang mengorbit dua bintang-red) dikategorikan sebagai planet ekstrem dalam formasi planet di luar angkasa," ungkap Meg Schwamb pemimpin program dari Universitas Yale, seperti dilansir Rappler.com. Selasa (16/10/2012).
 
"Penemuan ini memaksa kita kembali memetakan pemahaman bagaimana sebuah planet mampu berkumpul dan berkembang dalam sebuah lingkungan yang menantang," terang Schwamb.
 
PH1 adalah sebuah planet gas raksasa yang berukuran sekira 6,2 kali lebih besar dari ukuran bumi, sedikit lebih besar dari planet Neptunus. Pada dasarnya PH1 mengorbit pada sepasang bintang yang berukuran 1,5 kali dan 0,41 kali lebih besar dari matahari bumi selama 138 hari. Kemudian, PH1 mengorbit pada dua bintang lain yang letaknya lebih jauh, sekitar 1.000 kali jarak antara bumi dan matahari.
 
"Saya masih tercengan bagaimana bisa hal itu terdeteksi, apalagi sampai mengumpulkan begitu banyak informasi tentang planet yang jaraknya menjcapai ribuan tahun cahaya hanya dengan mempelajari cahaya dari bintang induknya," terang Jek.
 
Sementara hasil pengamatan Kian Jek dan Robert Gagliano telah dipastikan oleh ahli astronomi AS dan Inggris di Hawaii, AS. Pememuan PH1 telah didaftar secara resmi kepada Astrophysical Journal untuk publikasi, dan sejak kemarin detail penemuan tentang PH1 dapat dilihat secara online melalui situs arxiv.org.
 
Situs Planethunters.org diluncurkan pada 2010 lalu untuk mendorong astronom amatir untuk mengidentifikasi planet di luar tata surya kita, menggunakan data dari teleskop ruang angkasa badan antariksa AS NASA Kepler.
 
Sementara teleskop Kepler sendiri, diluncurkan pada Maret 2009 dalam misi pertama NASA untuk mencari pencarian planet lain yang mirip dengan bumi, sebuah planet yang sama yang mengorbit pada matahari kita.


(aww)

views: 1.733x
shadow