Jagad Jungkir Balik

Pelompat tewas usai berjanji berhenti melompat

Yesi Syelvia

Senin,  17 September 2012  −  14:15 WIB
Pelompat tewas usai berjanji berhenti melompat
Lokasi jatuh Wioletta Roslan (blick.ch)

Sindonews.com - Nahas, janji terakhir Wioletta Roslan untuk melompat saat hamil menjadi lompatan terakhir baginya dan bayi yang sedang dikandungnya.
 
Wioletta Roslan (37) tewas setelah parasutnya gagal terbuka saat melompat dari ketinggian 300 meter di tebing Via Ferrata dekat Stechelberg di Swiss.
 
Sang pacar, Aleksander Domalewski yang saat itu menemani sang pacar melompat melihat bagaimana pacarnya berjuang mati-matian membuka parasutnya.
 
Pelompat profesional yang telah berkeliling dunia itu sebelumnya sempat minta izin pada ibunya, Halina Zaniewska-Pettersson. Namun sang ibu yang khawatir memohon pada anaknya yang tengah hamil 4 bulan itu untuk tidak merealisasikan janjinya.
 
"Saya sangat sedih dan terkejut saat mendengar kabar ini," ungkap Zaniewska, seperti diberitakan harian Blick, Swiss, Senin (17/9/2012).
 
"Saya telah berulang kali meminta ia untuk berhenti melompat. Tapi ia bersikeras ingin melompat," ungkap Zaniewska.
 
"Bagi saya ini adalah sebuah kerugian besar. Saya gagal menjadi nenek. Dia adalah seorang petualang sejati, ia bepergian ke Perancis, Italia, Australia, Selandia Baru, Thailand, Amerika Serikat. Dan ia seringkali mengajak saya," ungkap Zaniewska.
 
Empat tahun lalu dalam sebuah wawancara dengan TV Swiss, pelompat profesional itu pernah mengatakan tidak bisa membayangkan bagaimana hidupnya tanpa melompat dari tebing, jembatan atau bangunan.
 
"Saya merasa hidup saat melompat. Saya merasa bosan pada kehidupan normal," ungkap Roslan.
 
"Saya tahu kematian akan menyertai saya tapi kita tidak akan hidup selamanya di bumi. Saat matahari tengelam maka permainan berakhir bagi siapapun," terang Roslan.

 

(aww)

shadow