Timur Tengah

Protes film Innocence of Muslims

Hizbullah serukan aksi demonstrasi lagi

Yesi Syelvia

Senin,  17 September 2012  −  11:37 WIB
Hizbullah serukan aksi demonstrasi lagi
Sheikh Hassan Nasrallah (AFP)

Sindonews.com – Pemimpin Hizbullah, Sheikh Hassan Nasrallah menyerukan diselanggarakan aksi protes baru terhadap film Innocence of Muslims di Lebanon.

"Dunia harus tahu, umat muslim tidak akan diam dalam menghadapi penghinaan ini,” ungkap Nasrallah seperti disiarkan langsung oleh stasiun TV Al-Manar milik Hizbullah.

Seperti diberitakan dalam BBC, Senin (17/9/2012) dalam siaran langsung itu, Nasrallah menyerukan agar aksi protes terhadap kontrofersial yang menyinggung Islam terus digelar selama beberapa minggu mendatang.  

Aksi demonstrasi pertama dijadwalkan akan digelar sore ini di pinggiran wilayah Beirut, markas Hizbullah.

Pemimpin Hizbullah ini mengatakan, pihaknya akan membahas film tersebut. Sementara dia akan menunggu Paus mengakhiri kunjungan resminya ke Lebanon selama tiga hari.

"Mereka yang harus bertanggung jawab, dihukum, diadili dan diboikot. Mereka adalah pihak yang harus bertanggung jawab secara langsung atas film ini dan pihak yang ada dibelakang mereka, pihak yang mendukung dan melindungi mereka, terutama Amerika Serikat," kata Sheikh Nasrallah.

Walaupun Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah meyakini Nakoula Basseley Nakoula (55) sebagai pembuat film Innocence of Muslims, namun darimana film ini berasal masih dipertanyakan.

Film Innocence of Muslims mengundang kemarahan umat muslim diseluruh dunia, karena dianggap menghina Nabi Muhammad. Terlebih dalam film tersebut sosok Nabi Muhammad digambar sebagai sosok yang haus akan kekuasaan, bodoh. Kabarnya itu film mempertontonkan adegan sex antara sang nabi dengan Khadijah dan wanita lain.

Aksi protes terbaru terjadi di Belanda dan di Pakistan. Di Pakistan, seorang pengunjuk rasa dilaporkan tewas sementara beberapa orang menderita luka-luka setelah terlibat bentrok dengan petugas kepolisian Pakistan di depan gedung konsulat Amerika Serikat di Karachi, Pakistan.

Para pengunjuk rasa melemparkan batu pada petuga polisi, menanggapi serangan ini petugas terpaksa menembakan gas air mata dan melepaskan sejumlah tembakan peringatan ke udara. Sementara di Belanda, ratusan orang juga menggelar aksi demonstrasi di depan gedung konsulat AS di Amsterdam, Belanda.

Kedutaan AS di Pakistan lewat akun Twitternya mengatakan semua staff kedutaan AS di Islamabad aman dan mereka mengungkapkan rasa terimakasih pada polisi yang telah berusaha melindungi mereka.

 

(aww)

shadow