
Koran SINDO
Sindonews.com - Nakoula Basseley Nakoula (55) asal Mesir yang tinggal di California mengaku tidak menyesal membuat film yang melecehkan Islam itu.
“Saya sedih dengan pembunuhan Dubes, tetapi saya tidak kecewa karena membuat film itu,” kata Nakoula kepada radio Sawa,
Namun demikian, dia mengaku dihinggapi perasaan bersalah, akibat film yang dibuatnya itu memicu gerakan anti-Amerika Serikat (AS) di Mesir.
Disatu sisi dia sendiri mengatakan, belum mempertontonkan film itu secara penuh. Bahkan dia juga mengaku akan menolak tawaran untuk mendistribusakan film tersebut.
"Saya merasa kasihan pada pihak kedutaan, saya marah sekali," ungkap Bacile seperti diberitakan BBC, Rabu (12/9/2012).
(aww)