
Yesi Syelvia
Sindonews.com - Pemerintah China memperingatkan penduduk Beijing perihal gelombang kedua kedatangan hujan badai sepanjang Rabu sore hingga Kamis pagi di ibu kota China tersebut.
Dalam pernyataan gabungan yang dikeluarkan Kepala Biro Tanah dan sumber daya alam, serta Badan Meteorologi Beijing, China Rabu pagi, kedua belah pihak mengeluarkan peringatan tanda bahaya. Seperti dilansir BBC, Rabu (25/7/2012).
Pemerintah memperingatkan bahaya dengan warna kuning. Warna kuning merupakan tanda peringatan bahaya maksimum, dari lima sistem warna peringatan bahaya geologi di China.
Bencana longsor mungkin akan terjadi di pegunungan, khususnya di sekitar daerah Fangshan, Mentougou, Huairou, Pinggu, dan Shijingshan.
Menurut data geologi terbaru yang disampaikan Kepala Stasiun Meteorologi Beijing, Zhang Linna, curah hujan pada Rabu sore hingga Kamis pagi berada pada kisaran 30 hingga 50 milimeter. Sementara itu, wilayah Beijing bagian timur akan mendapatkan curah hujan lebih dari 50 milimeter yang disertai dengan badai.
Curah hujan kali ini merupakan hujan terparah dalam enam dekade terakhir. Curah hujan tertinggi tercatat mencapai 460 mm di daerah Fangshan. Tingginya curah hujan telah menyebabkan banjir di seluruh wilayah Beijing. Akibat banjir 37 orang dilaporkan tewas.
(rik)