alexa snippet

Ironi Penghancuran Desa Rohingya dan Nobel Perdamaian Suu Kyi

Ironi Penghancuran Desa Rohingya dan Nobel Perdamaian Suu Kyi
Aung San Suu Kyi, pemimpin partai berkuasa di Myanmar saat ini dikritik keras karena bungkam melihat komunitas Rohingya dianiaya. Foto / REUTERS
A+ A-
NAYPYIDAW - Sebuah operasi keamanan militer di desa-desa kaum Muslim Rohingya di Maungdaw, negara bagian Rakhine, yang diluncurkan pada awal Oktober ternyata berlanjut hingga beberapa hari lalu. Sebuah citra satelit yang dipublikasikan Human Rights Watch (HRW) menunjukkan, 820 bangunan di desa-desa itu hancur antara 10 hingga 18 November 2016.

Menurut data HRW, lebih dari 1.200 rumah telah diratakan di desa-desa yang dihuni kaum Muslim Rohingya dalam enam minggu terakhir. Militer merupakan aktor operasi keamanan di Rakhine, namun pemerintah Myanmar menyangkal telah meratakan rumah-rumah warga Rohingya.

Myanmar saat ini diperintah faksi politik Liga Nasional untuk Demokrasi (LND) yang dipimpin Aung San Suu Kyi, tokoh demokrasi peraih Nobel Perdamaian yang pernah ditindas junta militer. Penghancuran desa-desa komunitas Rohingya itu menjadi ironi dengan sosok Suu Kyi, yang diharapkan dunia bisa mencegah kekerasan tersebut.

PBB telah menyatakan bahwa komunitas Rohingya merupakan salah satu kelompok minoritas paling teraniaya di dunia.

Media tidak dapat memverifikasi tingkat kerusakan di desa-desa Rohingya secara independen, karena pemerintah Myanmar telah memblokir wartawan internasional untuk mengunjungi lokasi, di mana puluhan ribu orang telah melarikan diri.

Seorang koresponden BBC di perbatasan Bangladesh-Myanmar telah berbicara dengan salah satu keluarga dari komunitas Rohingya yang melarikan diri. Mereka menggambarkan apa yang terjadi di Rakhine utara sebagai ”neraka di bumi”.

Pemerintah Myanmar—yang juga dikenal sebagai Burma—mengatakan bahwa warga Rohingya membakar rumah mereka sendiri untuk menarik perhatian internasional.

HRW sebelumnya merilis citra satelit pada 13 November 2016 yang menunjukkan 430 bangunan hancur di tiga desa di Rakhine. Presiden Myanmar, Ktin Hyaw, melalui juru bicaranya, Zaw Htay, menuduh kelompok HAM itu sudah berlebihan.

Apa yang Terjadi di Rakhine?

Ironi Penghancuran Desa Rohingya dan Nobel Perdamaian Suu Kyi

Sebuah operasi keamanan besar-besaran diluncurkan bulan lalu setelah sembilan polisi tewas dalam serangan terkoordinasi di pos perbatasan di Maungdaw, Rakhine, Myanmar.

Beberapa pejabat pemerintah menyalahkan kelompok militan Rohingya sebagai pelaku serangan. Pasukan keamanan kemudian menutup akses ke distrik Maungdaw dan meluncurkan operasi kontra-pemberontakan.

dibaca 45.308x
halaman ke-1 dari 3
loading gif
Top