alexa snippet

Kota di Swedia Ingin Beri Rumah Gratis ke Jihadis Suriah yang Mudik

Kota di Swedia Ingin Beri Rumah Gratis ke Jihadis Suriah yang Mudik
Para militan kelompok ISIS saat berkonvoi di Timur Tengah. Kota Lund, Swedia mempertimbangkan memberikan rumah gratis bagi para jihadis yang pulang dari Suriah dan Irak. Foto/REUTERS
A+ A-
LUND - Sebuah Kota di Swedia sedang mempertimbangkan untuk memberikan rumah gratis, SIM dan manfaat pajak kepada para jihadis yang pulang atau mudik dari Suriah dan Irak. Rencana itu dikecam publik melalui media sosial karena dianggap mengabaikan korban teroris.

Usulan untuk memberikan kemudahan bagi para jihadis yang pulang itu muncul dari Anna Sjostrand, Koordinator Kota Terhadap Kekerasan Ekstremisme Kota Lund, Swedia selatan.

”Mungkin ada kritik, tapi (saya pikir) bahwa Anda harus mendapatkan bantuan yang sama seperti orang lain yang mencari bantuan dari kami. Kita tidak bisa mengatakan bahwa karena Anda (jihadis) membuat pilihan yang salah, Anda tidak memiliki hak untuk kembali dan hidup dalam masyarakat kita,” kata Sjostrand kepada Sveriges Radio.

Usulan Sjostrand itu didasarkan pada laporan yang ditulis oleh penulis dan kriminolog Christoffer Carlsson. Penulis itu mengatakan bahwa sulit bagi orang untuk meninggalkan ekstremisme dan kembali ke masyarakat tanpa dukungan.

”Ini pertanyaan lurus tentang sosial, ekonomi dan material. Anda harus mampu untuk mengintegrasikan kembali ke bursa kerja, Anda mungkin harus memiliki lisensi, surat izin mengemudi (SIM) dan tempat tinggal,” ujarnya.

“Risikonya besar bahwa mereka (para ekstremis) tidak dapat meninggalkan lingkungan ekstremis tanpa dukungan, sehingga mereka mungkin membuat upaya dan gagal karena tidak ada yang menjaga mereka,” imbuh Carlsson.

Usulan tersebut telah memicu kegaduhan di media sosial, di mana para pengguna media sosial menganggap usulan tersebut mengabaikan korban teroris.

”Lund ingin membantu teroris dengan perumahan, SIM dan pekerjaan, tapi lupa pada korban,” tulis salah satu pengguna Twitter. ”Pemerkosa, pembunuh anak, teroris. Setiap orang harus diperlakukan sama,” sindir pengguna media sosial lainnya, seperti dikutip Russia Today, semalam (19/10/2016).



(mas)
dibaca 15.105x
loading gif
Top